17 Kasus Penimbunan BBM Subsidi di Aceh Terungkap dalam 10 Hari

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda Aceh) dan jajaran mengungkap 17 kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Tindak pidana itu diungkap dalam sepuluh hari terakhir.

"Ini membuktikan, angka pelanggaran pendistribusian BBM subsidi di Provinsi Aceh sangat tinggi," kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya, Minggu (4/9).

Sony merinci sejak 24 Agustus sampai 4 September 2022, polisi mengamankan barang bukti BBM subsidi sebanyak 7.182 liter. Di Banda Aceh, mereka menindak 1 kasus dengan barang bukti 900 liter, Aceh Tamiang 2 kasus 425 liter, Aceh Utara 2 kasus 525 liter, Aceh Timur 2 kasus 276 liter, Bireuen 1 kasus 1.080 liter, dan Pidie 1 kasus 155 liter.

Kemudian, di Gayo Lues 1 kasus 230 liter, Aceh Jaya 1 kasus 211 liter, Aceh Selatan 2 kasus 2.280 liter, Langsa 1 kasus 390 liter, Subulussalam 1 kasus 120 liter, dan Nagan Raya 2 kasus 590 liter.

"Semuanya ada 17 kasus dengan barang bukti yang diamankan tujuh ton lebih atau tepatnya 7.182 liter," kata Sony.

Dari 17 kasus tersebut, tutur Sony, 23 pelaku berhasil diamankan dan sedang menjalani proses hukum sesuai locus delicti masing-masing. [yan]