17 Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Jabar, Ini Kata Ridwan Kamil

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat 17 kasus subvarian omicron BA.4 dan B.5. Kasus itu ditemukan di wilayah Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bandung.

"Jadi yang terkonfirmasi sub varian 17 berarti. Sisanya masih omicron yang lama," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Rabu (22/6).

Ridwan Kamil menyebut bahwa keterisian rumah sakit untuk pasien Covid-19 masih di angka 1 persen. Kemudian, tingkat kekebalan tubuh masyarakat sudah membaik seiring dengan tingginya realisasi vaksinasi dosis 1 dan 2 yang sudah hampir mencapai 100 persen.

Prediksi Puncak Kasus

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Semua harus memahami bahwa Covid-19 belum akan hilang.

Kenaikan kasus Covid-19 di Jabar diprediksi terjadi bulan Juli namun bakal melandai kembali. "Menurut Kemenkes daya tahan masyarakat Indonesia oleh vaksin ini di atas 90 persen. Prediksi puncaknya di bulan Juli. Menurut hitungan ilmu setelah Juli nanti turun lagi, nanti landai lagi," terang dia.

"Hal begini akan mengiringi, makanya dari awal kita sampaikan covid tidak akan hilang sama sekali, akan datang dan pergi, dan pola jawabannya sama saja. Tetap prokes, vaksin ditingkatkan," imbaunya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel