17 Pasien Gila Kabur Dari RSJ Aceh

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 17 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh di Banda Aceh kabur setelah merusak jeruji jendela ruang Balee Seurunee, Selasa (18/12/2012) malam.

Semua pasien yang kabur itu dirawat di ruang isolasi dengan penanganan khusus, termasuk Jamaluddin, penderita gangguan jiwa yang pernah membacok enam warga di Keude Geurugok, Kecamatan Gandapura, Bireuen pada 2 September 2012.

Informasi yang diperoleh Serambi, serombongan pasien RSJ Banda Aceh itu kabur ketika petugas sedang shalat Magrib meski ada juga yang tetap berjaga-jaga di ruangan, termasuk petugas di Balee Seurunee. Petugas menduga pelarian pasien tersebut dimotori pasien yang mulai dinyatakan sehat dan telah diizinkan pulang.

“Kejadian kaburnya 17 pasien ini sama sekali tidak ada hubungan dengan kelalaian petugas. Waktu itu di Balee Seurunee ada petugasnya,” kata Kabag Humas RSJ Aceh, Azizurrahman.

Menurut Azizurrahman, suasana waktu itu hening dan tidak ada kecurigaan sedikit pun dari petugas, karena tidak ada keributan yang terdengar dari dalam ruang karantina yang ditempati 48 pasien jiwa tersebut.

Di lokasi kejadian dekat jendela ditemukan kain basah yang digunakan untuk memutar bagian jeruji besi. Selain itu beberapa bagian sendok besi yang telah rata, digunakan menjadi alat bantu (sebagai obeng) untuk membuka mur yang mengikat jeruji jendela besi.

Selain itu, ada bagian kamera CCTV yang terpasang di sisi kiri dalam ruangan itu ditutupi kain seprai dengan tujuan agar petugas jaga tidak melihat mereka keluar dari jendela.

Dikatakan Azizurrahman, saat pengrusakan jeruji besi, sebagian pasien berdiri di bagian pintu sehingga pandangan petugas terhalang. “Mereka kabur melewati pintu samping tembok di sebelah kiri rumah sakit. Kalau mereka lari lewat depan, petugas yang berjaga-jaga di ruangan perempuan di bagian depan pasti melihat mereka,” ujar Kabag Humas RSJ Aceh.

Menurut Kabag Humas RSJ Aceh, kasus kaburnya 17 pasien jiwa tersebut cukup menguras energi. Hingga Rabu kemarin upaya pengejaran masih berlangsung di sepanjang ruas jalan Banda Aceh dengan dibantu aparat kepolisian dan Satpol PP.

Pengejaran diakui terkendala karena pasien yang kabur tidak mengenakan baju yang biasa dipakai saat berada di luar ruangan. Meski demikian, petugas terbantu karena setiap pasien RSJ berambut plontos dan umumnya tanpa sendal dan cara jalan mereka juga gampang dikenali karena seperti orang kebingungan. “Setelah beberapa jam dikejar, 12 pasien ditemukan di sejumlah lokasi di Banda Aceh. Lima lainnya masih terus kita cari,” kata Azizurrahman.

Mengenai lima pasien lainnya yang masih dalam pengejaran, menurut Azizurrahman kondisi kejiwaan mereka sudah membaik, termasuk Jamaluddin, pasien asal Gandapura, Kabupaten Bireuen yang pernah diberitakan mengamuk dan membacok sejumlah warga di Keude Geurugok. “Ya, dalam rombongan yang lima orang lagi itu termasuk Jamaluddin asal Gandapura, namun kondisinya sudah membaik meski selama ini masih tetap dalam pengawasan kita,” demikian Azizurrahman.(Serambi Indonesia/mir)

Baca juga:

  • Krakatau Dalam Status Waspada
  • Krakatau Keluarkan Asap Hitam Setinggi 100 Meter
  • Jelang Natal Akses Siantar-Parapat Nyaris Putus
  • Gajah Melewati Desa di Jambi Jadi Siklus Tahunan
  • 28 Pengunjung Grand Palladium Mall Terkurung 50 Menit di Lift


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.