171 atlet panahan siap bertanding di Peparnas Papua

·Bacaan 1 menit

Sebanyak 171 atlet panahan dari 18 provinsi siap bertanding pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua yang berlangsung mulai 8-13 November 2021.

"Ada 171 atlet dari 18 provinsi yang ikut cabang olahraga panahan," kata Technical Delegate (TD) Panahan Peparnas Sapriatno, di Jayapura, Minggu.

Ia memastikan persiapan cabang panahan Peparnas sudah mencapai lebih dari 90 persen dan siap digelar.

"Persiapan berjalan cukup bagus. Hari ini tadi tinggal 'setting' terakhir karena latihan resmi sudah tidak ada," katanya.

Soal kendala, Sapriatno mengaku sejauh ini tidak ada persoalan karena peralatan olahraga atlet dan sebagainya sudah siap.

Ada setidaknya 30 medali yang akan diperebutkan yang terbagi dalam empat divisi, yakni recurve, compound, nasional, dan W1.

Menurut dia, ada penambahan nomor dari sebelumnya sebanyak 22 nomor menjadi 30 nomor pertandingan.

Di cabang olahraga panahan, tercatat pula sejumlah atlet nasional, seperti Fitriyansah (Kalimantan Tengah), Ken Swagumilang (Jawa Timur), Tuwariyah (Yogyakarta), Kholidin (DKI Jakarta), dan Setiawan (Jawa Barat).

Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi yang akan berupaya mencetak sejarah sebagai yang terbaik.

Mereka akan berlomba untuk menyumbangkan keping medali bagi kontingen masing-masing pada Peparnas ke-16 yang digelar pada 6-13 November 2021.

Para atlet berlaga pada 12 cabang olahraga, terdiri atas angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Baca juga: Jadwal Peparnas cabang olahraga judo - empat nomor dipertandingkan
Baca juga: Jadwal Peparnas cabang angkat berat - tiga kelas dipertandingkan besok
Baca juga: Jadwal Peparnas cabang olahraga tenis lapangan kursi roda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel