173 Perusahaan di Jabar Dilaporkan Belum Bayar THR

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerima 305 aduan terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR). Berdasarkan laporan itu, terdapat 173 perusahaan yang belum membayarkannya kepada pekerja hingga H-7 Lebaran.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Jabar Joao De Araujo Dacosta menyebut pihaknya masih mengidentifikasi sekaligus memastikan akar permasalahan. Termasuk menelusuri apakah perusahaan terlambat membayar THR, mencicil atau tidak membayar THR sama sekali.

Setelah identifikasi rampung, langkah berikutnya segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan memfasilitasi pertemuan bipartid antara perusahaan dan pekerja. Karena, berdasarkan aturan, THR harus sudah dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari Lebaran.

"Tapi kalau perusahaan tidak membayar dan kami anggap tidak patuh nanti akan kami turunkan pengawas untuk lakukan pemeriksaan karena kita tahu bahwa pembayaran atau tidak bayar THR itu normatif dan ada sanksi administratif," jelasnya.

Perusahaan Terlapor Meningkat

Jumlah perusahaan yang diadukan mengenai THR ini secara tren mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 148 perusahaan.

Di Jawa Barat terdapat kurang 73 ribu lebih perusahaan. Dari jumlah itu, baru 1.363 perusahaan yang telah melaporkan pembayaran THR sesuai aturan, baik dari sisi jumlah maupun waktu pencairan.

Pekerja yang merasa dirugikan dapat melayangkan laporan secara online ke posko THR Jabar melalui hotline 0811-2121-444, atau Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan 0812-2238-4384, atau Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial 0822-1801-1304. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel