174 Gardu PLN Terdampak Banjir Garut, Belum Semua Kembali Normal

Merdeka.com - Merdeka.com - Banjir yang melanda Kabupaten Garut pada Jumat (15/7), ternyata tidak hanya berdampak pada rumah di sejumlah kecamatan. Lebih dari itu, sejumlah gardu listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga ikut terdampak sehingga sempat mengganggu pasokan listrik.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Agung Nugraha mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya ada 174 unit gardu PLN yang terdampak banjir.

"Itu tersebar di sejumlah kecamatan, dan sampai saat ini 141 unit gardu sudah dinormalkan kembali," kata Agung, Sabtu (16/7).

Akibat terganggunya 174 gardu listrik, dijelaskan Agung, jumlah pelanggan yang terdampak berjumlah 45.577. Pelanggan yang terdampak tersebar di Jalan Aruji Kartawinata, sebagian Perintis Kemerdekaan, sebagian Nusa Indah, Desa Jayaraga dan Haurpanggung, jalan Merdeka, Guntur Sari, Guntur Melati, Guntur Cendana.

"Beberapa titik (lokasi banjir) ada yang sempat dinonaktifkan listriknya. Hal ini dilakukan semata-mata demi keselamatan yaitu apabila rumah warga terendam, jaringan listrik PLN terendam, dan keduanya terendam," jelasnya.

Walau begitu, Agung memastikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pemulihan di lokasi yang terdampak banjir bila semua jaringannya dalam kondisi sudah aman. Penyalaan listrik juga dilakukan setelah PLN dan tokoh masyarakat menandatangani berita acara penyalaan listrik.

Saat ini, PLN terus memantau perkembangan di titik-titik yang terdampak dan berpotensi banjir. Langkah itu dilakukan agar bisa diambil langkah segera manakala terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"PLN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Namun yang paling penting, kami meminta apabila terjadi banjir dan belum dilakukan pemadaman oleh kami agar secara mandiri mematikan listrik dari mini circuit breaker di KWh meter," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel