177 Warga Dilaporkan Meninggal Dunia akibat Badai Terjang NTT

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi memperbarui data setelah badai siklon tropis Seroja menerjang beberapa wilayah yang berujung bencana banjir. Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Josef menuturkan, korban meninggal dunia hingga data malam ini sebanyak 177 jiwa. Sementara korban hilang sebanyak 45 orang.

"Jadi total seluruhnya adalah 222 orang," ujar Josef dalam konferensi pers yang digelar oleh BNPB, Minggu malam, 11 April 2021.

Josef mengatakan, masih ada satu daerah yang belum terjangkau posko komando tanggap darurat yakni Kabupaten Kupang. Wilayah tersebut kata Josef, berada di beberapa desa yang memang terlambat mendapat informasi lantaran kondisi daerah tersebut yang terputus. Rencananya besok, pemerintah daerah dan aparat gabung bakal menerjunkan helikopter untuk memantau kondisi di sana.

"Karena hanya dilalui jalan darat dan oleh laut. Dan kita tahu kemarin - kemarin cuacanya sangat tidak bersahabat," kata dia.

"Jadi sampai dengan hari ini desa- desa dan kabupaten yang menjadi korban, relatif sudah mendapatkan bantuan,” sambung Josef.

Sementara itu,Josef juga melaporkan, korban tewas berada di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. Bisa dikatakan dua daerah tersebut itu yang kondisi terparah setalah dihantam air. Di Flores Timur jumlah warga yang meninggal dunia sebanyak 72 jiwa dan di Lembatan sebanyak 47 jiwa.

Josef menyebut, hampir seluruh desa di NTT yang terdampak bencana banjir bandang sudah mendapatkan bantuan. Baik makanan, selimut maupun kebutuhan pokok lainnya.

"Besok kita akan teruskan lagi bantuan baik melalui darat, laut dan udara," kata dia.