18.163 Warga Kota Bekasi Mendapat STB Gratis dari Emtek SCM

Merdeka.com - Merdeka.com - Kota Bekasi menjadi pilot project pendistribusian set top box (STB) dengan sistem pooling oleh PT SCM/Emtek Grup. Pendistribusian tahap pertama ini dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (5/9).

"Kali ini kita distribusinya beda dengan daerah lain. Ini kita uji coba, mudah-mudahan uji coba ini bisa kita terapkan di daerah lain," ucap Direktur Utama Indosiar, Imam Sudjarwo, Senin (5/9).

Dia menjelaskan, sistem pooling yang diterapkan pada pendistribusian ini yakni mengumpulkan warga yang masuk kategori rumah tangga miskin di kantor kecamatan. Kemudian warga yang sudah terverikasi akan mendapat STB secara gratis.

"Hari ini kurang lebih 900 sampai 1.000 warga yang akan mendapat STB. Rencananya kita akan membagikan STB di Kota Bekasi ini sebanyak 18.163 unit, khusus di Bekasi Barat ini akan kita bagi 3.333 unit," katanya.

Distribusi menggunakan sistem pooling, lanjut Imam, lebih cepat dan lebih hemat ketimbang door to door. Karena dengan skema ini, warga yang diundang terlebih dahulu akan diberikan sosialisasi cara pemasangan sebelum mendapat STB.

"Sistem pooling ini lebih hemat, cost-nya juga tidak terlalu tinggi. Jadi semua yang menerima STB ini juga harus mendaftar di Kemenkominfo. Data dari Kemenkominfo kemudian diverifikasi oleh Pak Plt Wali Kota Bekasi, nah itu yang menjadi dasar kita mendistribusikan ini," ungkapnya.

Secara umum manfaat dari penggunaan STB ini masyarakat bisa menyaksikan siaran televisi digital yang lebih jernih. Selain itu, unit STB juga memiliki teknologi early warning system.

"Kalau ada bencana apa pun yang terjadi di sini dan di mana pun, STB akan memberi sinyal. Sehingga masyarakat bisa waspada atau meningkatkan kewaspadaannya sehingga bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan," katanya.

Imam menuturkan, antusiasme warga Kota Bekasi sangat luar biasa pada pendistribusian STB dengan sistem pooling ini. Dia berharap pendistribusian ini bisa lebih cepat dan berjalan lancar.

"Mudah-mudahan ini akan lebih cepat, efektif dan efisien. Kegiatan yang kita lakukan ini dalam rangka membantu pemerintah yaitu migrasi dari analog ke digitalisasi. Jadi setelah diterima jangan sampai lupa pasang STB-nya," katanya.

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi pendistribusian STB ini. Karena warga terkategori miskin diberikan sosialisasi cara pemasangan STB dan registrasi ke Kemenkominfo.

"Channelnya semakin banyak, jadi banyak pilihannya untuk menikmati siaran yang bermanfaat. Penggunaan STB ini juga ada nilai tambahnya, yaitu early warning system terkait kebijakan kebencanaan, jadi masyarakat bisa antisipasi sejak awal," ucapnya.

Warga penerima STB ini, lanjut Tri, sudah melalui pendataan dan verifikasi terlebih dahulu. Mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan.

"Kemudian datanya kita sandingkan dengan Dinas Kependudukan dan Dinas Sosial, selanjutnya kita serahkan ke Kemenkominfo. Jadi seperti itu tahapannya," katanya.

Direktur Penyiaran Kominfo, Geryantika Kurnia menambahkan, sekitar 6,7 juta warga miskin se-Indonesia akan mendapat STB secara cuma-cuma. Oleh karena itu, dengan sistem pooling maka pendistribusiannya akan lebih cepat ketimbang door to door.

"SCM grup berkomitmen mendistribusikan 1,2 juta unit STB. Ini luar biasa dukungan dari swasta untuk warga miskin. Karena nanti 2 November 2022 siaran televisi analog akan dimatikan di seluruh Indonesia," katanya.

Murtini (43), warga RT 03 RW 01 Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat bersyukur mendapat STB secara gratis. Karena dia dan keluarganya bisa menonton siaran televisi dengan suara dan gambar yang jernih.

"Alhamdulillah, terima kasih Indosiar dan SCTV, kita jadi bisa nonton TV digital yang lebih bersih. Tadi juga udah dikasih tahu cara pasangnya, jadi enggak bingung lagi nanti pasangnya," katanya. [cob]