18 Anggota Keluarga Tertular Virus Corona Usai Pesta Ulang Tahun

Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menurut rilis berita terbaru, satu keluarga di Dallas, Amerika Serikat, dilaporkan mengadakan pesta kejutan ulang tahun untuk salah satu anggota keluarganya pada bulan lalu. Tapi sepertinya, pesta ulang tahun tersebut bukan satu-satunya kejutan yang mereka dapatkan, karena laporan menyatakan ada 18 anggota keluarga yang terinfeksi Virus Corona atau COVID-19.

Per Ron Barbosa, memang dekat dengan anggota keluarganya. Sayangnya, kedekatan itu menyebabkan mereka mengambil keputusan yang salah ketika berada di bawah pandemi COVID-19. Keluarga itu terus menghabiskan waktu bersama, seperti pergi main golf hingga mengadakan pesta kejutan ulang tahun.

Menurut laporan, tiga dari mereka merasakan sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Termasuk ayah Barbosa yang berusia 88 tahun, saudara perempuannya (yang sedang menjalani kemoterapi kanker payudara) dan ibunya yang berusia 86 tahun.

"Semua orang berkata, 'Oh ini keluarga saya. Saya akan pergi menemui saudara lelaki saya. Saya akan melihat sepupu saya' dan mereka pikir itu hal yang aman," katanya dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dilansir Medical Daily, Kamis 2 Juni 2020.

Menurut Barbosa, yang tidak menghadiri pesta kejutan itu, awalnya dia tidak yakin apakah pesta yang diselenggarakan pada 30 Mei 2020 tersebut menjadi penyebab penyebaran virus. Namun, mereka mulai merasakan gejalanya bertepatan dengan perayaan ulang tahun itu.

"Ini adalah keluarga besar yang penuh kasih sayang yang berkumpul bersama sepanjang waktu dan mereka makan malam. Ini kebetulan makan malam ulang tahun yang mengejutkan," kata Barbosa.

Keponakan Per Barbosa, adalah anggota keluarga pertama yang terserang COVID-19 saat berada di tempat kerja, yang mungkin telah menularkan ke anggota keluarga laki-laki, saat bermain golf bersama.

"Tahu-tahu, kedua keponakan yang tinggal di sebelahnya, mereka menderita batuk dan diare yang sama, tubuh terasa sakit dan mereka mulai sakit. Pada 6 Juni, ada banyak gejala. Dan pada tanggal 9, keadaan mereka memburuk. Pada tanggal 13, (keluarga saya) harus membawa saudara perempuan dan ibu saya ke rumah sakit," katanya.

Barbosa, yang bekerja sebagai sukarelawan EMT dan fotografer, mengatakan bahwa dia dan istrinya langsung mempraktikkan langkah-langkah keselamatan dan menjaga jarak begitu mereka mengetahuinya. Sayangnya, dia juga mengatakan, tidak semua anggota keluarganya melakukan hal yang sama.