18 Ribu Pelajar Miskin di Bali Dapat Pilih Sekolah sesuai Zonasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali mencatat ada sekitar 18 ribu pelajar miskin, yang nantinya akan terakomodir dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA dan SMK tahun pelajaran 2022/2023.

"Untuk siswa miskin, kami pastikan semuanya akan terakomodir. Semuanya dapat memilih sekolah sesuai zonasi wilayah di kecamatan yang terdekat. Jadi tidak harus ke sekolah tertentu yang di luar kabupatennya, silakan dipilih," kata Kepala Disdikpora Bali, Boy Jayawibawa, Senin (6/6).

Sementara untuk menentukan tingkat kemiskinan, pihaknya akan bersinergi dengan desa adat setempat untuk mengkalifikasi dengan cara home visit atau berkunjung langsung ke rumah para siswa tersebut, untuk menentukan pembantuan dana.

"Nanti untuk tingkat kemiskinannya tentu melakukan home visit atau datang ke rumah siswa tersebut dan diklasifikan. Bersinergi dengan pihak Desa Adat, apakah memang benar siswa tersebut miskin dan kemudian sangat-sangat miskin, inilah kemudian yang akan diproses sehingga nanti diharapkan dari dana pemerintah untuk membantu siswa miskin," imbuhnya.

Sementara anggaran dana untuk membantu 18 ribu siswa itu direncanakan Rp18,5 miliar dengan porsi per satu siswa miskin mendapatkan bantuan Rp1,5 juta per tahun.

"Yang sudah kami ajukan ke Bappeda itu Rp18, 5 miliar. Untuk (per orang) Rp1,5 juta itu baru hitung-hitungan dulu. Nanti, kami koordinasi dengan BPKAD dan Bappenda kira-kira berapa yang memang yang layak untuk itu," ujarnya.

"Itu, diharapkan bisa menambah dari BOS nasional dan BOS daerah. Kemudian, ditambah dari Kartu Indonesia Pintar, itu dirasa cukup anak-anak kita yang kurang mampu dalam penyelesaian proses pendidikannya," jelasnya.

Sementara, untuk khusus PPDB jenjang SMA dan SMK tahun pelajaran 2022/2023 bagi siswa miskin pihaknya menyatakan akan jemput bola. Sehingga seluruh siswa miskin bisa terakomodasi.

"Kira harus jemput bola. Jadi seluruh satuan pendidikan setelah mereka mendaftar atau melapor di posko yang dibentuk di sekolah-sekolah kalau memang kekurangan kartu, kita cek. Kita terima dulu persoalan kartu nanti belakangan karena harus ada keberpihakan kepada mereka," ujarnya.

Sementara, untuk pelaksanaan PPDB tahun pelajaran 2022/2023 jenjang SMA dan SMK di Provinsi Bali berpedoman pada Peraturan Gubernur (Pergub) Bali, Nomor 17 Tahun 2021 serta Keputusan Gubernur, Nomor 288/03-A/HK/2022.

Kemudian dalam PPDB tahun 2022, jumlah lulusan SMP di Provinsi Bali sebanyak 66.617 siswa. Sedangkan jumlah daya tampung SMA dan SMK Negeri di Provinsi Bali sebanyak 45.721 siswa dari 89 SMA Negeri dan 56 SMK Negeri.

"Untuk, jumlah daya tampung SMA-SMK swasta di Provinsi Bali sebanyak 41.833 siswa dari 74 SMA swasta dan 199 SMK swasta," ungkapnya.

Menurutnya, untuk daya tampung siswa di Bali masih sangat lebih karena masih ada sekitar 20 ribu dari sekolah swasta dan negeri.

"Kalau melihat dari daya tampung negeri maupun swasta sebenarnya masih ada kelebihan 20 ribu. Kalau negerinya 40 ribuan dan swasta 40 ribu. Sementara, anak-anak SMP 60 ribu, jadi masih ada daya tampung. Silakan mendaftar sesuai zonasinya ke negeri dan swasta yang memang bermutu, saya kira tidak ada istilah tercecer," ujarnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel