18 Rumah Adat Untuk Inspirasi Hunian Anda

·Bacaan 12 menit
18 Rumah Adat Untuk Inspirasi Hunian Anda
18 Rumah Adat Untuk Inspirasi Hunian Anda

RumahCom – Rumah adat Indonesia sangat beragam mengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku dan budaya. Tidak heran apabila ternyata Indonesia pun punya banyak sekali jenis rumah adat sesuai dengan daerahnya. Jika dihitung berdasarkan jumlah provinsi, setidaknya ada 34 jenis rumah adat. Tapi, setiap provinsi pun bahkan punya rumah adat lebih dari satu.

Apabila Anda sedang ingin mencari inspirasi rumah idaman berdasarkan arsitektur rumah adat, berikut ini kami tampilkan 18 jenis rumah adat yang bisa Anda jadikan contoh inspirasi, yaitu:

  1. Rumah Adat Indonesia Inspirasi Hunian Tradisional

  2. 18 Rumah Adat Indonesia

    1. Rumah Adat Aceh: Krong Bade

    2. Rumah Adat Sumatera Utara: Bolon

    3. Rumah Adat Sumatera Barat: Rumah Gadang

    4. Rumah Adat Riau: Selaso Jatuh Kembar

    5. Rumah Adat Jambi: Panggung Kajang Leko

    6. Rumah Adat Sumatera Selatan: Limas

    7. Rumah Adat Banten: Badui/Baduy

    8. Rumah Adat Betawi: Kebaya

    9. Rumah Adat Jawa Barat: Rumah Sunda

    10. Rumah Adat Jawa Tengah: Joglo

    11. Rumah Adat Jawa Timur: Joglo Situbondo

    12. Rumah Adat Bali: Gapura Candi Bentar

    13. Rumah Adat NTB: Dalam Loka

    14. Rumah Adat Kalimantan Barat: Panjang

    15. Rumah Adat Kalimantan Tengah: Betang

    16. Rumah Adat Toraja: Tongkonan

    17. Rumah Adat Maluku Utara: Sasadu

    18. Rumah Adat Papua: Honai

1. Rumah Adat Indonesia Inspirasi Hunian Tradisional

Rumah adat atau rumah tradisional merupakan rumah yang dibangun berdasarkan salah satu unsur kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat. Rumah adat biasanya dibangun dengan corak atau gaya bangunan yang sesuai dengan arti kebudayaan setempat.

Biasanya rumah ini dibangun dengan arsitektur yang sama persis dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan sedikit pun. Rumah ini merupakan lambang dari cara hidup, kegiatan ekonomi, dan budaya sosial dari suatu masyarakat. Bisa dikatakan, rumah adat adalah salah satu representasi budaya paling tinggi dalam sebuah komunitas masyarakat.

Namun seiring berkembangnya waktu, rumah adat dijadikan inspirasi bagi masyarakat untuk menerapkannya pada hunian modern saat ini. Mulai dari model bangunan hingga material yang digunakan untuk membangunnya. Tak hanya itu, setiap rumah adat indonesia memiliki unsur-unsur nilai filosofis yang baik untuk diterapkan pada bangunan rumah.

Mau beli rumah saat pameran properti? Jangan silau dengan promonya. Simak video panduannya berikut ini.

2. 18 Rumah Adat Indonesia

Di Indonesia, setiap daerah memiliki rumah adat yang beragam. Bahkan dalam satu provinsi bisa ada beragam rumah adat. Hal ini terjadi karena Indonesia adalah negara yang masyarakatnya terdiri dari beragam suku, budaya, dan latar belakang. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam setiap masyarakat adat berbeda dan penerapan dalam hunian mereka pun berdasarkan kepercayaan dan nilai yang mereka anut. Penjelasannya simak di bawah ini.

1. Rumah Adat Aceh: Krong Bade

Rumah adat Aceh ini memiliki kombinasi warna yang elegan dengan sentuhan ornamen pada kayu. (Foto: Instagram/propan_sayembara)
Rumah adat Aceh ini memiliki kombinasi warna yang elegan dengan sentuhan ornamen pada kayu. (Foto: Instagram/propan_sayembara)

Rumah adat Aceh ini memiliki kombinasi warna yang elegan dengan sentuhan ornamen pada kayu. (Foto: Instagram/propan_sayembara)

Orang Aceh memiliki citarasa seni yang sangat baik. Salah satunya terlihat pada rumah khas Krong Bade. Rumah panggung dengan satu tangga di depan ini memiliki perpaduan warna yang cantik. Rumah Krong Bade biasa dikenal juga dengan nama rumoh Aceh. Rumah adat ini jadi salah satu budaya Indonesia yang hampir punah.

Rumah adat ini punya tangga di bagian depan rumah dan tingginya berada beberapa meter dari tanah. Jumlah anak tangga rumah adat Krong Bade biasanya berjumlah ganjil. Bahan dasar pembangunan rumahnya adalah kayu, dengan banyak ukiran di dinding rumah. Atap rumahnya terbuat dari daun rumbia dan bentuknya persegi panjang, memanjang dari timur ke barat.

2. Rumah Adat Sumatera Utara: Bolon

Rumah adat Batak ini disebut bolon dan dilengkapi tangga yang jumlahnya ganjil. (Foto: Instagram/hidupbatakcomm)
Rumah adat Batak ini disebut bolon dan dilengkapi tangga yang jumlahnya ganjil. (Foto: Instagram/hidupbatakcomm)

Rumah adat Batak ini disebut bolon dan dilengkapi tangga yang jumlahnya ganjil. (Foto: Instagram/hidupbatakcomm)

Bolon merupakan rumah khas Suku Batak di Sumatera Utara. Di Sumatera Utara sendiri Bolon terdiri dari beberapa jenis seperti Bolon Simalungun, Bolon Pakpak, Bolon Angkota, Bolon Karo, dan lainnya.

Dengan bentuk rumah panggung persegi panjang, rumah Bolon biasanya dilengkapi tiang penyangga setinggi 1,75 meter. Untuk masuk ke rumah, penghuni atau tamu harus naik tangga yang jumlahnya selalu ganjil.

Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya panggung, terdiri dari beberapa tiang penyangga bergaris tengah. Dinding rumahnya dihiasi dengan ornamen khas Simalungun dengan warna merah, putih, dan hitam. Hiasan ornamen ini adalah lambang akan pandangan kosmologis dan filosofi budaya suku Batak.

3. Rumah Adat Sumatera Barat: Rumah Gadang

Rumah Gadang memiliki ciri khas atap bertanduk yang sangat menawan (Foto: Wikipedia)
Rumah Gadang memiliki ciri khas atap bertanduk yang sangat menawan (Foto: Wikipedia)

Rumah Gadang memiliki ciri khas atap bertanduk yang sangat menawan (Foto: Wikipedia)

Sampai hari ini, Rumah Gadang khas Sumatera Barat masih banyak ditemui di provinsi ini. Rumah Gadang atau rumah godang adalah rumah adat Minangkabau. Ornamen rumah ini juga banyak ditemui di seluruh Indonesia, khususnya di rumah makan Padang.

Rumah adat ini punya bentuk puncak atap yang runcing, menyerupai tanduk kerbau. Dulunya atap ini dibuat dari bahan ijuk dan bisa bertahan sampai puluhan tahun. Tetapi belakangan, atap rumah banyak berganti dengan seng.

Rumahnya dibangun dengan bentuk empat persegi panjang, dibagi atas 2 bagian yakni depan dan belakang. Bagian depan biasanya penuh dengan ukiran ornamen bermotif akar, bunga, dan daun. Sedangkan bagian luar belakang dilapisi belahan bambu.

4. Rumah Adat Riau: Selaso Jatuh Kembar

Rumah adat Riau ini merupakan rumah panggung dengan dua selasar. (Foto: Instagram/propan_sayembara)
Rumah adat Riau ini merupakan rumah panggung dengan dua selasar. (Foto: Instagram/propan_sayembara)

Rumah adat Riau ini merupakan rumah panggung dengan dua selasar. (Foto: Instagram/propan_sayembara)

Riau memiliki beberapa jenis rumah adat, salah satunya adalah Selaso Jatuh Kembar yang paling terkenal. Nama ini diadopsi dari bentuk bangunan yang memiliki dua selasar. Selasar rumah panggung ini memiliki posisi lebih rendah dibanding ruang tengah dan biasanya dijadikan tempat musyawarah.

Rumah adat ini memiliki ciri khas yakni berbentuk rumah panggung atau memiliki kolong. Di dalam rumah hanya ada sekat yang memisahkan ruang tengah dan ruang telo (tempat menyimpan makanan), tidak ada ruangan atau kamar-kamar.

Bahan bangunannya terbuat dari alam, seperti atap dari daun rumbia, lalu dinding, tiang atau lantai dari kayu-kayu berkualitas baik seperti kayu meranti, kayu medang, atau kayu punak.

5. Rumah Adat Jambi: Panggung Kajang Leko

Rumah adat Jambi memiliki pemetaan ruang yang detail. (Foto: romadecade.org)
Rumah adat Jambi memiliki pemetaan ruang yang detail. (Foto: romadecade.org)

Rumah adat Jambi memiliki pemetaan ruang yang detail. (Foto: romadecade.org)

Perpaduan warna kuning dan merah di rumah adat Jambi ini membuat penampilannya terlihat cantik. Salah satu hal menarik dari rumah ini adalah pemetaan rumah yang terdiri dari delapan ruang.

Konsep pembagian ruang ini bisa diterapkan juga dalam rumah masa kini. Ruang serambi dalam, yang terdiri dari ruang tiru orangtua dan kamar tidur anak gadis, dan ruang makan, disebut ruang balik menahan.

Bagian atapnya dinamai “Gajah Mabuk”, sesuai dengan nama pembuat desainnya. Bentuknya seperti perahu dengan ujung atas yang melengkung. Sementara bagian langit-langit dibuat dari tebar layar atau semacam plafon yang memisahkan ruang loteng dengan ruang di bawahnya. Ruang loteng ini digunakan sebagai ruang penyimpanan.

6. Rumah Adat Sumatera Selatan: Limas

Dari namanya saja kita sudah tahu pasti bahwa rumah ini pasti berbentuk limas. Bangunan rumah adat ini punya lantai yang bertingkat-tingkat yang merepresentasikan filosofi budaya masyarakat setempat, biasa disebut bengkilas. Dari jauh, rumah ini nampak seperti rumah panggung dengan tiang-tiang tertancap ke tanah.

Rumah adat limas yang punya banyak tingkat, menonjolkan filosofi budaya masyarakat Sriwijaya. (Foto: https://bobo.grid.id/)
Rumah adat limas yang punya banyak tingkat, menonjolkan filosofi budaya masyarakat Sriwijaya. (Foto: https://bobo.grid.id/)

Rumah adat limas yang punya banyak tingkat, menonjolkan filosofi budaya masyarakat Sriwijaya. (Foto: https://bobo.grid.id/)

Rumah adat ini punya luas mulai dari 400 - 1000 m2 dan biasanya digunakan untuk hajatan atau acara adat. Rangka rumah adat terbuat dari kayu seru yang cukup langka. Bahan material untuk membuat dinding, lantai, dan pintunya menggunakan kayu tembesu. Sedangkan untuk tiang rumah menggunakan kayu unglen yang tahan air.

7. Rumah Adat Banten: Badui/Baduy

Caption foto: Rumah adat Badui/Baduy yang sering disebut dengan Julang Ngapak. (Foto: https://www.romadecade.org)
Caption foto: Rumah adat Badui/Baduy yang sering disebut dengan Julang Ngapak. (Foto: https://www.romadecade.org)

Caption foto: Rumah adat Badui/Baduy yang sering disebut dengan Julang Ngapak. (Foto: https://www.romadecade.org)

Rumah adat dari provinsi Banten ini dimiliki oleh suku Badui, kelompok etnis masyarakat adat suku di Banten. Bentuk rumahnya sering disebut juga dengan Julang Ngapak dan gaya bangunannya seperti rumah panggung.

Bagian atap terdiri dari daun yang disebut sulah nyanda dan bagian bilik rumah dan pintu dibuat dari anyaman bambu yang disusun secara vertikal, dikenal dengan nama sarigsig. Selain itu, rumah adat Baduy dibagi dalam 3 bagian, yakni sosoro (depan), tepas (tengah), dan imah (belakang).

Bagian sosoro

digunakan untuk menerima tamu

Ruang tepas

Untuk tempat makan atau ruang tidur anak-anak

imah (bagian inti rumah)

fungsi khusus sebagai dapur dan kamar tidur utama.

8. Rumah Adat Betawi: Kebaya

Rumah adat Betawi dapat mudah ditemukan di kawasan Setu Babakan, Jakarta. (Foto: Kabarinews.com)
Rumah adat Betawi dapat mudah ditemukan di kawasan Setu Babakan, Jakarta. (Foto: Kabarinews.com)

Rumah adat Betawi dapat mudah ditemukan di kawasan Setu Babakan, Jakarta. (Foto: Kabarinews.com)

Betawi memiliki rumah adat bernama Kebaya. Disebut sebagai rumah kebaya karena bentuk atapnya yang mirip pelana yang dilipat dan jika dilihat dari samping, lipatan-lipatan itu mirip dengan lipatan kebaya. Sampai sekarang, ornamen rumah tradisional dari Betawi ini masih sering dipakai, yaitu bagian lis ukiran di bawah genteng.

Pemasangan lis khas Betawi tersebut adalah cara paling mudah untuk menunjukkan ciri khas rumah tradisional Jakarta. Atap rumahnya terbuat dari genteng atau atep (daun kirai yang dianyam), dinding depan dengan kayu gowok/kayu nangka, dinding rumah lainnya dengan anyaman bambu, dan pondasi yang digunakan adalah batu kali.

9. Rumah Adat Jawa Barat: Rumah Sunda

Rumah adat Sunda ini mengandalkan kayu di beberapa sudut yang mudah ditemukan di tanah Pasundan. (Foto: romadecade.org)
Rumah adat Sunda ini mengandalkan kayu di beberapa sudut yang mudah ditemukan di tanah Pasundan. (Foto: romadecade.org)

Rumah adat Sunda ini mengandalkan kayu di beberapa sudut yang mudah ditemukan di tanah Pasundan. (Foto: romadecade.org)

Masyarakat Sunda memiliki rumah tradisional unik yaitu rumah panggung tapi dengan tangga yang pendek, berbeda dengan rumah panggung di Sumatera atau Kalimantan. Rumah Sunda di masing-masing daerah memiliki ciri khas berbeda yang terletak pada atapnya. Jenis atapnya antara lain: jolopong, badak heuay, perahu kemurep, pongpok, jublek, apit gunting, dan lainnya.

Sebagian besar rumah adat Sunda mengambil bentuk dasar struktur atap pelana atau atap gaya kampung yang dibangun di atas panggung pendek. Rumahnya terbuat dari bahan-bahan dedaunan seperti ijuk, dedaunan palem, atau serat aren hitam. Daun-daun ini akan menutupi kerangka kayu dan balok. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu.

10. Rumah Adat Jawa Tengah: Joglo

Caption: Rumah adat dari Jawa Tengah ini memiliki ruang tamu yang biasanya disebut pendopo. (Foto: Rumah.com)
Caption: Rumah adat dari Jawa Tengah ini memiliki ruang tamu yang biasanya disebut pendopo. (Foto: Rumah.com)

Rumah adat dari Jawa Tengah ini memiliki ruang tamu yang biasanya disebut pendopo. (Foto: Rumah.com)

Joglo adalah rumah adat yang berasal dari Jawa Tengah dengan ciri atap berbentuk piramida yang mengacu pada bentuk gunung. Secara umum ada empat bagian dari rumah Joglo, yaitu pendopo atau ruang tamu, pringgitan atau ruang samping, ruang dalem atau ruang utama, dan sentong sebagai ruang penyimpanan.

Joglo bisa jadi inspirasi Anda dalam membangun rumah, karena memiliki bentuk atap yang unik dan cantik. Salah satu yang bisa diadopsi adalah pendoponya yang diadopsi untuk teras. Tentu ada penyesuaian ukuran, karena aslinya pendopo berukuran luas. Namun, apabila Anda ingin mencari rumah di jawa tengah tentu bisa menjadi opsi terbaiknya.

Rumah Joglo Keunikan, Adat dan Filosofinya
Rumah Joglo Keunikan, Adat dan Filosofinya

Tips rumah dan apartemen

Rumah Joglo Keunikan, Adat dan Filosofinya

11. Rumah Adat Jawa Timur: Joglo Situbondo

Sesuai namanya, rumah adat ini banyak ditemukan di daerah Situbondo, Jawa Timur. (foto: https://budayajawa.id)
Sesuai namanya, rumah adat ini banyak ditemukan di daerah Situbondo, Jawa Timur. (foto: https://budayajawa.id)

Sesuai namanya, rumah adat ini banyak ditemukan di daerah Situbondo, Jawa Timur. (foto: https://budayajawa.id)

Rumah adat ini berbeda dengan rumah adat Joglo di Jawa Tengah, meskipun ada sedikit kemiripan. Rumah adat ini berbentuk limasan atau dara gepak. Sesuai namanya, rumah adat ini banyak ditemukan di daerah Situbondo, Jawa Timur.

Umumnya, bahan bangunan rumah adat ini adalah kayu jati murni. Hal ini dipercayai karena kayu jati punya kekuatan besar dan daya tahan cukup lama. Pintu utama punya hiasan-hiasan di atasnya yang biasa disebut dengan makara atau seluru gelung. Makara biasa digunakan sebagai gerbang masuk sebelum ke ruang utama.

Hiasan di makara ini punya fungsi sebagai tolak bala juga untuk memberi keindahan. Ukiran-ukiran lain pun menghiasi rumah, berfungsi sebagai penangkal musibah.

12. Rumah Adat Bali: Gapura Candi Bentar

Rumah adat Bali umumnya mengadopsi bentuk Gapura Candi Bentar ini pada pintu masuk dan memberi kesan tradisi yang kuat. (Foto: Instagram/Balilifetour)
Rumah adat Bali umumnya mengadopsi bentuk Gapura Candi Bentar ini pada pintu masuk dan memberi kesan tradisi yang kuat. (Foto: Instagram/Balilifetour)

Rumah adat Bali umumnya mengadopsi bentuk Gapura Candi Bentar ini pada pintu masuk dan memberi kesan tradisi yang kuat. (Foto: Instagram/Balilifetour)

Jika Anda melihat rumah tradisional Bali, pasti banyak sekali Anda melihat ukiran-ukiran pahatan, patung, dan lainnya. Di samping itu pula, setiap rumah pasti selalu memiliki gapura candi sebagai gerbang masuk rumah maupun Pura. Ada banyak sekali unsur yang bisa diterapkan seperti ornamen, ukiran, model rumah yang bisa Anda tiru untuk memberikan suasana bali ke dalam rumah Anda.

13. Rumah Adat NTB: Dalam Loka

Rumah adat Nusa Tenggara Barat ini terkenal cantik dan sering menjadi latar belakang foto-foto pre-wedding. (Foto: Instagram/Halal_away)
Rumah adat Nusa Tenggara Barat ini terkenal cantik dan sering menjadi latar belakang foto-foto pre-wedding. (Foto: Instagram/Halal_away)

Rumah adat Nusa Tenggara Barat ini terkenal cantik dan sering menjadi latar belakang foto-foto pre-wedding. (Foto: Instagram/Halal_away)

Rumah adat di Nusa Tenggara Barat disebut Dalam Loka. Rumah ini digunakan oleh Suku Sumbawa, Sasak, Dompu, dan Dongu. Rumah ini dulunya hanya digunakan oleh raja dan kepala adat, bukan masyarakat biasa. Tapi kini Dalam Loka sudah boleh digunakan oleh masyarakat biasa.

Hal yang unik dari Rumah adat ini yaitu ditopang dengan 99 tiang yang melambangkan 99 sifat Allah dalam ajaran agama Islam. Area luar dilengkapi dengan dekorasi seperti kebun istana, gapura, atau tempat lonceng.

14. Rumah Adat Kalimantan Barat: Panjang

Rumah betang atau rumah panjang hampir jarang ditemukan lagi. (Foto: romadecade.org)
Rumah betang atau rumah panjang hampir jarang ditemukan lagi. (Foto: romadecade.org)

Rumah betang atau rumah panjang hampir jarang ditemukan lagi. (Foto: romadecade.org)

Rumah Adat Kalimantan Barat bernama Rumah Radakng. Sering disebut juga rumah panjang karena memiliki panjang rumah hingga 180 meter, lebar 30 meter, dan tinggi 5 sampai 8 meter di atas permukaan tanah. Tiang-tiang penyangga rumahnya sangat tinggi dan tangganya lebar yang harus berjumlah ganjil.

Filosofi dari rumah ini menggambarkan kebersamaan dan toleransi dari setiap anggota keluarga. RumahRumah Radakng bisa menampung puluhan kepala keluarga dan ratusan orang didalamnya sebagai bentuk kebersamaan.

15. Rumah Adat Kalimantan Tengah: Betang

Rumah adat Betang adalah pusat kebudayaan dan segala proses kehidupan bagi masyarakat Dayak. (Foto: https://id.wikipedia.org)
Rumah adat Betang adalah pusat kebudayaan dan segala proses kehidupan bagi masyarakat Dayak. (Foto: https://id.wikipedia.org)

Rumah adat Betang adalah pusat kebudayaan dan segala proses kehidupan bagi masyarakat Dayak. (Foto: https://id.wikipedia.org)

Rumah adat ini terdapat di berbagai penjuru Kalimantan, dihuni oleh masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai. Rumahnya berbentuk panggung, punya panjang mencapai 30-150 meter, lebar 10-30 meter, dan tinggi tiang sekitar 3-5 meter. Arsitekturnya mirip dengan rumah adat Panjang, Kalimantan Barat.

Pada suku Dayak tertentu, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan rumah adat Betang. Seperti, hulunya harus searah dengan matahari terbit dan hilirnya ke arah matahari terbenam. Hal ini adalah simbol kerja keras dan bertahan hidup dari matahari terbit sampai terbenam.

16. Rumah Adat Toraja: Tongkonan

Rumah adat asal Toraja ini berbentuk unik dan diadopsi berbagai bangunan di kota asalnya, seperti hotel dan kantor. (Foto: GoodnewsfromIndonesia)
Rumah adat asal Toraja ini berbentuk unik dan diadopsi berbagai bangunan di kota asalnya, seperti hotel dan kantor. (Foto: GoodnewsfromIndonesia)

Rumah adat asal Toraja ini berbentuk unik dan diadopsi berbagai bangunan di kota asalnya, seperti hotel dan kantor. (Foto: GoodnewsfromIndonesia)

Suku Toraja memiliki rumah adat yang berbentuk elegan. Lengkungan atapnya yang menjulang seperti haluan kapal menjadi ciri khasnya. Rumah ini punya arsitektur bangunan yang mirip dengan bangunan Suku Bugis.

Ciri khasnya adalah teras yang luas dan jumlah anak tangga yang ganjil. Untuk bahan bangunan, sebagian besar material rumah adat Toraja menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam. Saat ini sudah dilakukan memodifikasi atap tersebut untuk bentuk bangunan yang lebih kecil. Anda yang berasal dari Toraja atau pecinta budayanya bisa mengadopsi model atap ini.

17. Rumah Adat Maluku Utara: Sasadu

Rumah adat Sasadu digunakan sebagai ruang pertemuan, tempat menerima tamu, dan perayaan pesta adat. (Foto: https://situsbudaya.id)
Rumah adat Sasadu digunakan sebagai ruang pertemuan, tempat menerima tamu, dan perayaan pesta adat. (Foto: https://situsbudaya.id)

Rumah adat Sasadu digunakan sebagai ruang pertemuan, tempat menerima tamu, dan perayaan pesta adat. (Foto: https://situsbudaya.id)

Sasadu berasal dari kata Sasa - Sela - Lamo atau besar dan Tatadus - Tadus atau berlindung. Dari asal katanya, arti Sasadu bermakna berlindung di rumah besar. Bentuk rumahnya seperti rumah panggung dengan batang pohon sagu sebagai pilar dan anyaman daun sagu sebagai penutup atap rumah.

Rumah adat Sasadu tidak punya pintu dan dinding penutup. Rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan bahan alam yaitu pasak kayu. Pasak kayu ini digunakan untuk memperkuat sambungan dan tali ijuk dari pengikat rangka atap. Lantainya dibangun dengan semen karena pemeliharaannya lebih mudah. Rumah ini dilengkapi juga bendera besar yang disebut panji dan bendera kecil yang disebut dayalo.

18. Rumah Adat Papua: Honai

Rumah adat Papua ini ampuh untuk menahan dinginnya suhu di pegunungan. (Foto: romadecade.org)
Rumah adat Papua ini ampuh untuk menahan dinginnya suhu di pegunungan. (Foto: romadecade.org)

Rumah adat Papua ini ampuh untuk menahan dinginnya suhu di pegunungan. (Foto: romadecade.org)

Honai merupakan rumah adat Papua dengan ciri minimnya ventilasi dan pencahayaan atau tidak ada jendela. Tujuan dari pembuatan rumah yang rapat ini adalah untuk menahan dingin, karena masyarakat Papua banyak yang tinggal di daerah pegunungan. Bahan bangunan rumah ini umumnya terdiri dari kayu dan ilalang. Rumah ini tetap bisa diadopsi untuk bangunan modern melalui beberapa modifikasi seperti mengganti kayu dengan tembok dan lebih terbuka, disesuaikan dengan daerahnya.

Selain kota-kota besar atau penunjang ibu kota, banyak kota-kota lain di luar jabodetabek yang bisa menjadi alternatif untuk hunian ataupun investasi. Penjelasan lebih lanjut simak dalam video ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Informasi mendalam seputar area pencarian properti
Informasi mendalam seputar area pencarian properti

AreaInsider

Informasi mendalam seputar area pencarian properti

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel