18 Tersangka Penggelembungan Suara Pilkada Sumba Barat Daya

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

TRIBUNNEWS.COM, TAMBOLAKA - Kapolres Sumba Barat, AKBP Lilik Apriyanto mengatakan, polisi telah menetapkan 18
orang tersangka dalam kasus penggelembungan suara Pilkada Sumba Barat Daya (SBD).

Kepada wartawan usai acara penghitungan ulang kotak suara di Mapolres Sumba Barat, Minggu (15/9/2013), Lilik
mejelaskan, yang menjadi tersangka lima anggota KPUD SBD, 10 panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan tiga panitia
pemungutan suara (PPS).

"Penyidikan sedang berlangsung," ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Waikabubak, Yulianto, S.H, M.H, mengatakan, dengan dilakukannya penghitungan
ulang membuktikan terjadi penggelembungan suara.

"Masyarakat lihat sendiri. Ternyata terbukti (penggelembungan suara). Ini akan menjadi alat bukti," kata Yulianto
menjelang berakhirnya acara penghitungan ulang surat suara di Aula Polres Sumba Barat, Minggu (15/9/2013) pagi.

Ia kembali menegaskan bahwa penghitungan ulang dilakukan atas petunjuk jaksa penuntut umum (JPU) untuk membuktikan
apakah benar terjadi penggelembungan suara atau tidak.

"Supaya jelas. Hal ini penting untuk menilai apakah kinerja KPUD SBD profesional atau tidak, sehingga jadi fair
(jujur) dan benar. Di sisi lain, kita lihat siapa tersangka yang paling bertanggungjawab. Kalau ada pelaku, maka
menjadi tugas penyidik untuk mencari aktor intelektualnya," tegas Yulianto.

"Kita akan kejar pelaku-pelaku sehingga persoalan tuntas. Karena sudah terbukti terjadi penggelembungan, maka akan
melanjutkan sampai ke pengadilan. Kebenaran akan dipertaruhkan. Kami tetap menegakkan kebenaran," katanya sembari
menambahkan bahwa penyidik bekerja profesional dan tidak ada keberpihakan.

Ia mengharapkan, masyarakat mendukung kerja aparat dengan menjaga situasi kondusif serta tidak berbuat anarkis.

Baca Juga:

18 Tersangka Penggelembungan Suara Pilkada Sumba Barat Daya

Jajang Sukmara Ingatkan Bobotoh Persib agar Tidak Bolos Sekolah

Jenazah Habib Munzir Disambut Salawat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.