18 Wajah Wanita Penghibur Jaman Jepang

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pekerjaan sebagai antropog dan wartawan membawa Hilde Janssen, seorang warga Belanda ditemani fotografer Jan Banning, berhasil menemukan sedikitnya 18 wanita yang dulu penah menjadi wanita penghibur di jaman Jepang (Jugun Ianfu).

Kini, karya Hilde, berupa wawancara dan pemotretannya dilakukan Mei 2008 - Juli 2009, itu telah dipamerkan diberbagai galeri di seluruh Belanda. Untuk Indonesia, tepatnya Surabaya, wajah ke-18 mantan wanita penghibur di jaman Jepang itu dipamerkan mulai Rabu (16/11) di galeri CCCL, Pusat Kebudayaan Perancis di Jl Dinoyo, Surabaya.

Pameran berjudul “Comfort Women”, itu menunjukkan jajaran potret wajah masa kini eks Jugun Ianfu. Foto-foto wajah itu menunjukan wajah mereka yang sudah tua dan keriput. Namun masih ada sisa kecantikan dan membuat nasib mereka untuk masuk di rumah bordir tentara Jepang.

Jan Banning yang hadir di CCCL, mengaku bersama Hilde, dirinya hanya diminta untuk memotret wajah-wajah mereka. “Selanjutnya, materi wawancara, Hilde yang menulisnya. Sebenarnya banyak, tapi hanya inilah yang bersedia dan mampu untuk dipotret dan diwawancara,” ungkap Jan Banning.

Selain 18 foto wajah para Jugun Ianfu, juga ada foto-foto selebaran propadanda tentara Jepang yang biasa ditempel di dinding rumah-rumah bordir.

Ketertarikan Hilde dan Jan Banning untuk melakukan proyek Jugun Ianfu, ternyata juga adanya dasar peristiwa Semarang saat Jepang menduduki Hindia Belanda. Dimana para wanita-wanita Belanda yang ditawan juga mengalami hal yang sama.

“Dan ternyata tidak hanya di Indonesia, tapi juga diseluruh wilayah yang diduduki Jepang. Seperti Cina, Korea, Malaysia, Filipina, dan lain sebagainya,” tambah Pramenda Krisna, Atase Pers CCCL.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.