18 Warga Perumahan di Malang Positif COVID-19, Diduga Klaster Masjid

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak 18 orang warga di Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau, Tlogomas, Kota Malang terpapar COVID-19. Dugaan sementara, mereka ini terpapar saat salat berjamaah di Masjid Al-Waqar yang berada dalam satu komplek perumahaan.

Ketua RW setempat, Adam Wiryawan mengatakan, dugaan itu muncul karena mayoritas yang terpapar adalah jemaah masjid. Lalu, keluarga yang awalnya diketahui pertama kali terpapar COVID-19 tidak pernah keluar rumah selain ke masjid.

"Pengakuannya seperti itu dari keluarga yang terkena COVID-19. Mereka jarang pergi keluar rumah apalagi keluar kota tidak pernah. Dugaan sementara dari masjid," kata Adam, Senin, 17 Mei 2021.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran COVID-19, 17 Kolam Renang di Kota Bogor Ditutup

Adam mengatakan, bahwa 18 orang yang terkonfirmasi positif berasal dari 8 keluarga. Awal mula kasus ini terungkap, karena lima orang melakukan test swab PCR secara mandiri. Mereka berinisiatif setelah merasakan indra penciumannya hilang dan merasakan diare.

"Mereka tes swab mandiri karena mereka merasa tidak enak badan ada juga yang mati rasa indra penciumannya. Lalu hasil test swabnya positif. Beberapa warga dari 18 yang positif ini ada yang di rumah sakit ada yang isolasi mandiri," ujar Adam.

Adam menjelaskan, sedari awal pandemi COVID-19 sebenarnya perangkat RW di perumahan ini telah mengantisipasi dengan sejumlah langkah sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Tamu yang tidak memiliki keperluan mendesak dilarang berkunjung, satpam yang bertugas di gapura perumahan memperketat penjagaan.

"Terus yang sudah kita lakukan sejak lama tahun lalu pertemuan-pertemuan keluarga sudah kita minimalkan dan ditiadakan termasuk senam pagi seminggu sekali kita tiadakan. Paling pol kita ada kerja bakti di jalur kembar itu saja kan sambil berjemur," jelasnya.

Sedangkan untuk penjagaan di Masjid Al-Waqar juga diterapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat. Hanya saja, belakangan warga mulai kendor dengan protokol kesehatan. Hal inilah yang diduga memicu penyebaran COVID-19 di perumahan ini.

"Gara-garanya ada beberapa yang tidak mau masker, tidak mau jaga jarak, sudah kita suruh jaga jarak ada yang tidak mau. Misal kalau renggang itu dimasuki, tengahnya. Itu yang menyebabkan mungkin ya terlalu dekat. Lalu, sudah di depan termasuk alat cuci tangan," kata Adam.

Sementara ini, Masjid Al-Waqar ditutup sementara dari kegiatan ibadah. Masjid ditutup selama 14 hari kedepan sejak 10 Mei hingga 24 Mei 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel