180 mahasiswa UMI ikuti seleksi olimpiade matematika

Sebanyak 180 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersaing dalam seleksi tingkat universitas untuk mewakili wilayah Sulawesi di Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA) di Universitas Brawijaya Malang, 20 – 24 September 2022.

Asisten Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMI Ir Mukti Maruddin ST MT dalam keterangannya di Makassar, Sabtu mengatakan seleksi tingkat universitas ini akan menjaring 20 peserta terbaik.

Mukti Maruddin juga mengaku optimistis mahasiswa UMI dapat kembali menjadi wakil Sulawesi dan meraih hasil positif di final ON-MIPA 2022 yang diadakan di Universitas Brawijaya Malang, September mendatang.

"Dari 20 mahasiswa terbaik nanti, akan kembali mengikuti seleksi tahap II tingkat wilayah IX (Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara) untuk dapat mengikuti ON-MIPA tingkat nasional," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa UMI Makassar raih juara orasi ilmiah Gema Pancasila

Baca juga: UMI Makassar dorong digitalisasi tingkatkan kualitas pendidikan

Ia mengatakan sebanyak 180 calon peserta akan dinilai oleh 10 juri yang terdiri dari empat juri internal UMI dan enam juri eksternal. Pihaknya berharap 20 mahasiswa terbaik yang didapatkan dari seleksi ini dapat menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi.

Ia menjelaskan sebanyak 20 orang yang mewakili UMI masing-masing terdiri dari lima peserta yang merupakan utusan dari bidang Matematika, Kimia, Biologi dan Fisika.

UMI pada pelaksanaan ON-MIPA 2020 berhasil masuk 10 besar dengan wakilnya atas nama Yugni Maula Thahira, yang sukses meraih medali perak bidang biologi.

Dosen Tetap FT-UMI ini berharap pencapaian yang diraih wakil UMI pada ajang sebelumnya bisa kembali dicapai sekaligus mengharukan nama UMI di tingkat nasional.

Baca juga: Mahasiswa UMI sabet juara debat nasional di Unnes

Baca juga: Mahasiswa UMI Makassar raih juara orasi ilmiah Gema Pancasila

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel