182 Desa di Flores Timur Dipungut Rp 1 Juta

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella

TRIBUNNEWS. COM, LARANTUKA - Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Flores Timur (Flotim) memungut dana Rp 1 juta dari 182 desa di daerah itu untuk membiayai pembuatan proposal percepatan pembangunan infrastruktur desa. Proposal diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

"Uang Rp 1 juta itu untuk biaya pembuatan proposal. Bukan pungutan liar. Kementerian Dalam Negeri sudah siapkan formatnya, jadi disepakati proposal dibuat di Jakarta berdasarkan data dari Flotim," kata Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin, di rumah jabatan, Kamis (12/7/2012).

Yosni menjelaskan hal itu menjawab pertanyaan berbagai pihak terkait pungutan uang tersebut dari desa-desa yang akan menjadi sasaran percepatan pembangunan infrastruktur.

Menurut Yosni, di NTT hanya Flotim dan Alor yang berhak mendapat dana itu. Jadi dana dari desa itu untuk biaya pembuatan proposal sesuai format yang diberikan.

Diharapkan, triwulan keempat tahun ini dananya cair. Besarnya sesuai proposal tersebut. Yang jelas dananya lumayan untuk pembangunan di desa. Dana tersebut akan ditransfer langsung ke rekening desa yang telah dibuka di Bank NTT Cabang Larantuka. Di Flotim terdapat 182 desa di Kecamatan Adonara Barat, Adonara Timur, Solor Barat dan Wulanggitang.

Yosni menjelaskan dana itu merupakan dana hibah yang dikelola semodel PNPM. Perencanaan pembangunan dimusyawarahkan di tingkat desa dan kepala desa yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangannya. BPMD, hanya memfasilitasi proses perencanaan. Desa penerima dana itu tidak disiapkan pendamping seperti Anggur Merah.

Baca Juga:

  • Polisi Tangkap 10 Penambang Liar di Pulau Sebayur
  • Mayat Tanpa Kepala Dibuang di Bak Sampah 
  • Legislator PPP Riau Mangkir dari Penyidik KPK
  • Insentif Guru Ditarget Seminggu Cair
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.