19 Penambang China Ditemukan Meninggal Setelah 1 Bulan Terjebak di Tambang Batu Bara

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Beijing - 19 orang penambang China yang terperangkap di bawah tanah ketika tambang batu bara runtuh bulan lalu ditemukan tewas pada Senin (13/9).

Mereka ditemukan setelah upaya penyelamatan besar-besaran dilakukan.

Melansir dari laman Barrons, Rabu (15/9/2021), ada 21 orang yang sedang bekerja di tambang Chaidaer di provinsi Qinghai yang terpencil di barat laut China ketika atapnya tiba-tiba ambruk pada 14 Agustus, ujar pejabat setempat.

Satu orang selamat dan satu penambang yang tewas diangkat ke permukaan beberapa hari setelah insiden keruntuhan. Namun, tim penyelamat gagal menemukan sisanya sebelum hari Senin, ketika jenazah yang tersisa akhirnya ditemukan.

“Pada Senin pagi, penyelamatan pada dasarnya telah selesai. 19 orang yang terperangkap semuanya ditemukan dalam pencarian, tidak ada yang memiliki tanda-tanda vital,” lapor penyiar negara, CCTV, mengutip dari tim penyelamat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kecelakaan Tambang Sering Terjadi

Ilustrasi tambang emas (iStock)
Ilustrasi tambang emas (iStock)

Terdapat lebih dari 1.000 orang berpartisipasi dalam upaya pemulihan yang berlangsung hampir 30 hari, ujar CCTV. Mereka bekerja dalam kondisi yang sangat melelahkan di ketinggian lebih dari 3.800 meter.

Tambang tersebut berada di dataran tinggi Qinghai, Tibetan plateau, yang sering dijuluki sebagai atap dunia.

Kecelakaan pertambangan sering terjadi di China,di mana industri memiliki rekam catatan keselamatan yang buruk dan peraturan yang tidak ditegakkan.

Pada Januari, 11 dari 22 penambang diselamatkan secara dramatis dari tambang yang runtuh di provinsi Shandong, China timur, setelah 2 minggu terterangkap ratusan meter di bawah tanah.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel