19 penyandang disabilitas dan 15 hafiz Quran bersaing masuk ULM

Sebanyak 19 orang penyandang disabilitas dan 15 orang hafiz Quran berebut masuk Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kalimantan Selatan pada jalur seleksi mandiri yang saat ini sedang berlangsung.

"Alhamdulillah, adik-adik berkebutuhan khusus cukup antusias ingin kuliah di ULM termasuk penghafal Al Quran karena kita memang menyediakan kuota khusus," kata Rektor ULM Prof Sutarto Hadi di Banjarmasin, Rabu.

Dijelaskannya, mengakomodir mahasiswa disabilitas, menjadi komitmen ULM yang telah dinyatakan sebagai kampus ramah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus.

Bahkan perguruan tinggi negeri terakreditasi A itu menyiapkan para relawan sebagai pendamping jika dibutuhkan oleh mahasiswa penyandang disabilitas.

Baca juga: Penerima beasiswa IBFL Adaro lulus dengan IPK rata-rata 3,50 di ULM

Baca juga: ULM gandeng Universitas Cambridge jajaki kelas internasional

"Jadi mau tunanetra, tunarungu ataupun hiperaktif sekalipun kita akomodir untuk ikut seleksi sepanjang memenuhi syarat secara akademis maka diterima sesuai kuota yang tersedia," kata Sutarto.

Sedangkan untuk hafiz Quran, ULM bertekad mencetak lebih banyak prestasi mahasiswa penghafal Al Quran yang bisa mengikuti berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) untuk mengharumkan nama universitas tertua di pulau Kalimantan itu.

Seleksi mandiri merupakan jalur terakhir yang dibuka ULM untuk menerima calon mahasiswa baru tahun akademik 2022-2023. Ujian Tulis Mandiri Berbasis Komputer (UTMBK) berlangsung sejak Senin (11/7) sampai Kamis (14/7).

Tercatat ada 4.735 peserta mengikuti seleksi mandiri memilih 64 program sarjana (S1) yang jadi pilihan calon mahasiswa baru menimba ilmu pendidikan tinggi di ULM yang telah berstatus PTN pengelolaan keuangan badan layanan umum (BLU).

Adapun kursi yang tersisa sekitar 2.600 orang. Sebelumnya ULM telah menerima sebanyak 1.136 mahasiswa baru di jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan prestasi akademik. Kemudian jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ada sekitar 3.000 orang dinyatakan lulus.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkan jumlah mahasiswa baru ULM tahun akademik 2022-2023 sebanyak 6.265 orang.*

Baca juga: KLHK : Pelestarian hutan Kalimantan kurangi emisi gas rumah kaca

Baca juga: ULM terima hibah VR pengelolaan risiko bencana senilai Rp500 juta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel