2,16 juta hewan ternak telah mendapat vaksin PMK

Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) menyatakan bahwa sebanyak 2.167.783 ekor hewan ternak telah menjalani vaksinasi PMK hingga Rabu, 7 Agustus 2022 pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan laporan Satgas PMK yang diterima di Jakarta, disebutkan hewan yang telah divaksinasi terdiri atas 2.044.255 ekor sapi, 35.494 kerbau, 21.221 domba, 50.373 kambing, dan 16.340 babi.

Dari laporan tersebut diketahui bahwa PMK telah menyerang hewan ternak di 296 kabupaten/kota dari 24 provinsi di Indonesia.

Hingga saat ini, terdapat 519.213 hewan ternak telah terjangkit PMK, sebanyak 384.910 di antaranya dilaporkan telah sembuh, 114.943 belum sembuh, dan 7.928 ekor mati.

Rincian dari yang sakit adalah 492.174 sapi, 21.006 kerbau, 1.869 domba, 4.076 kambing, dan 88 babi. Hewan ternak yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 384.910 sapi, 17.076 kerbau, 1.324 domba, 2.733 kambing, serta 55 babi. Hewan yang belum sembuh sebanyak 109.539 ekor sapi, 3.682 kerbau, 489 domba, 1.200 kambing, dan 33 babi.

Baca juga: BNPB perkuat kapasitas daerah dalam penanganan PMK

Baca juga: Masyarakat Gianyar dilatih membuat eco enzyme untuk cegah PMK

Hewan ternak yang dinyatakan mati akibat PMK di seluruh Indonesia terdiri atas 7.677 sapi, 150 kerbau, 36 domba dan 65 kambing, sedangkan jumlah hewan ternak yang dipotong bersyarat berjumlah 11.432 ekor.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Pencegahan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada Senin (6/9) hingga Rabu.

Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat relawan, peternak, pedagang hewan dan stakeholder terkait dalam pencegahan PMK, selain itu kegiatan ini juga ditujukan untuk terselenggaranya surveilans melalui pengerahan dan pengelolaan relawan dalam pencegahan PMK.

Deputi Bidang Pencegahan Prasinta Dewi saat membuka acara mengatakan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini tengah mewabah di Indonesia.

"Hal ini tentunya menjadi concern kita bersama karena penyakit mulut dan kuku menyebabkan kerugian ekonomi di berbagai aspek," katanya.

Baca juga: Sulbar hentikan sementara pengiriman hewan ternak ke Kalimantan

Baca juga: OJK beri restrukturisasi kredit pada debitur terdampak wabah PMK

Baca juga: Satgas PMK: Bali dapat kembali kirim babi ke luar pulau