2,5 Juta Kendaraan Diprediksi Masuk DIY Saat Libur Lebaran

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Lebih kurang 2,5 juta kendaraan bermotor diprediksi akan masuk wilayah DIY saat libur Lebaran 2022. Prediksi ini diperkirakan melampaui catatan jumlah kendaraan saat libur Lebaran di tahun 2019 atau sebelum masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, pihaknya memprediksi akan ada lonjakan kurang lebih 20 persen jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke DIY di masa libur Lebaran 2022 dibandingkan saat tahun 2019. Tahun 2019, Dishub DIY mencatat ada 2.149.596 kendaraan bermotor yang masuk ke wilayah DIY.

Made menilai, ada sejumlah faktor yang menyebabkan jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke DIY saat libur Lebaran meningkat. Di antaranya dampak ditiadakannya larangan mudik Lebaran oleh pemerintah dan panjangnya masa cuti bersama Lebaran 2022.

"Mungkin naik 19 sampai 20 persen dibandingkan tahun 2019. Tahun 2020 dan 2021 itukan anomali ya angkanya. Tidak normal ya (karena ada pembatasan mobilitas dan larangan mudik oleh pemerintah)," kata Made, Jumat (15/4).

Made memprediksi lonjakan jumlah kendaraan bermotor di DIY ini akan terjadi sejak H-7 hingga H+7 Lebaran 2022. Sejumlah langkah antisipasi pun dilakukan oleh Dishub DIY untuk mengatasi lonjakan jumlah kendaraan di DIY.

Made membeberkan jika Dishub DIY akan mendirikan 5 posko pemantauan. 5 posko ini berada di Babarsari, Kabupaten Sleman; Prambanan, Kabupaten Sleman; Pathuk, Kabupaten Gunungkidul; dan dua posko di dua terminal B di DIY.

Made mengungkapkan untuk Posko di Babarsari akan menjadi posko induk Dishub DIY. Sementara Posko di Prambanan dan Pathuk akan jadi posko pelayanan dan keamanan.

Made menyebut posko di Prambanan akan menjadi fokus Dishub DIY. Mengingat, jalur perbatasan Klaten-Sleman menjadi yang terpadat dibanding di Tempel, Sleman dan Temon, Kulon Progo. Prediksi Dishub didasari adanya titik bukaan tol di wilayah timur DIY.

"Kalau banyak-banyakan masuk itu kan pasti dari situ, Boyolali, Kartasura itu masuk DIY ya cukup banyak," ungkap Made.

Made menuturkan bersama dengan pihak kepolisian, Dishub DIY akan menerapkan kebijakan tambahan yakni pemberlakuan jam pembatasan untuk angkutan non esensial di beberapa ruas. Prambanan yang menjadi perbatasan wilayah Sleman-Klaten adalah salah satu konsentrasinya.

"Jadi itu pembatasan-pembatasan yang non esensial itu ketika nanti tidak berlaku, mereka (angkutan non esensial) boleh kemudian beroperasi. Jadi tidak ada batasan jam-jamnya juga ya untuk itu," urai Made.

Made menambahkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 28 April 2022 malam atau 29 April 2022 pagi. Hal ini karena tanggal 29 April ditetapkan sebagai awal cuti bersama Libur Lebaran 2022.

"Sebelum Bapak Presiden mengumumkan untuk cuti bersama 29 April, sebenarnya itu kemarin kami prediksi (puncak arus mudik) Jumat ya. Habis orang bekerja ya. Tapi kalau ini dari 29 April sudah ya paling mungkin Kamis malam sudah mulai orang melakukan perjalanan atau 28 April malam," tutup Made. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel