2.500 PKL di Kota Malang Segera Terima Bansos Terdampak PPKM Darurat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Malang - Pemerintah Kota Malang akhir pekan ini mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak ekonomi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Total ada 2.500 pedagang kaki lima (PKL) yang masuk dalam daftar penerima bansos yang bersumber dari APBD 2021 Kota Malang itu. Besar bantuan untuk setiap menerima adalah sebesar Rp 300 ribu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Penny Indriani, mengatakan penyaluran bakal disebar di 26 titik berbeda untuk mengantisipasi kerumunan.

“Telah kami koordinasikan dengan camat, lurah sampai pengurus RT dan RW agar tak ada antrian,” kata Penny di Malang, Jumat, 9 Juli 2021.

Jumlah penerima bansos itu merupakan hasil verifikasi pendataan. Penyalurannya bakal dilakukan secara bertahap dimulai pada Sabtu ini. PKL penerima bansos diwajibkan membawa sejumlah syarat seperti kitir elektronik dan foto kopi KTP.

“Secepatnya akan ada informasi lebih lanjut soal penyaluran bansos warga terdampak Covid-19,” ujar Penny.

Sementara itu Wali Kota Malang, Sutiaji meminta masyarakat penerima menggunakan bantuan itu sebaik-baiknya. Para PKL yang menggantungkan hidupnya dari berdagang terdampak secara ekonomi selama penerapam PPKM Darurat.

“Nilainya tidak besar, tapi kami berharap ini bisa membantu mengurangi beban karena terdampak kebijakan PPKM Darurat ini,” ujar Sutiaji.

Update Covid-19 Kota Malang

Sementara itu berdasarkan data Info Covid-19 Jawa Timur, sampai 9 Juli 2021 total kasus terkonfirmasi positif di Kota malang ada 7.397 kasus. Dari jumlah kasus itu, 392 pasien masih dirawat, 683 pasien meninggal dan 6.322 pasien sembuh. Lalu ada 561 kasus suspek, 127 probable, 561 pasien diisolasi dan 7252 dinyatakan discarded.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel