2.634 ekor ternak di Sulsel telah divaksinasi PMK

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 2.634 ekor hewan ternak di daerah itu telah divaksinasi untuk pencegahan penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kadis DPKH Sulsel Nurlina Saking di Makassar, Sabtu, mengatakan ribuan ekor ternak itu berasal dari lima kabupaten dan kota di Sulsel yakni Kabupaten Bone, Toraja Utara, Makassar, Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng.

"Hewan ternak yang paling banyak divaksinasi sampai saat ini berada di Kabupaten Bone dengan 1.918 ekor, kemudian Kabupaten Bantaeng (428 ekor), Toraja Utara (189 ekor), Jeneponto (70 ekor) serta Makassar sebanyak 29 ekor," katanya.

Sementara untuk dua daerah lainnya yakni Kabupaten Takalar dan Enrekang, kata dia, masih dalam proses pengiriman vaksinasi ke daerah masing-masing.

Baca juga: Sebanyak 520 ekor ternak di Sulsel terinfeksi PMK

Baca juga: DPKH: 173 ternak di Sulsel terjangkit PMK

Pihaknya juga terus berupaya untuk mempercepat proses vaksinasi kepada hewan ternak agar penyebaran wabah PMK dapat terkendali atau tidak semakin meluas.

Selain percepatan vaksinasi, Pemprov Sulsel bersama 15 Kabupaten dan kota juga kompak membentuk satuan tugas (satgas) penanganan dan pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sudah menjangkiti hewan ternak di sejumlah daerah setempat.

Belasan daerah yang telah membentuk satgas PMK itu masing-masing Kabupaten Pinrang, Tana Toraja, Toraja Utara, Pangkep, Jeneponto, Bone.

Selanjutnya Kabupaten Luwu Utara, Parepare, dan Makassar, Barru (Satgas Intern Dinas), Sinjai (Satgas Internal Dinas), Luwu timur (satgas intern dinas), Wajo (intern Dinas), Enrekang ( tim kewaspadaan PMK), serta Soppeng (Posko Kewaspadaan PMK Dinas Peternakan).*

Baca juga: Sinjai produksi sapi limosin hingga 3.000 ekor per tahun

Baca juga: MUI Sulsel terbitkan rekomendasi antisipasi penularan PMK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel