2 Alasan Thomas Tuchel Emoh Bagikan Pahitnya Final Liga Champions Musim Lalu ke Pemain Chelsea

·Bacaan 2 menit

Bola.com, London - Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, mengaku belajar banyak dari kegagalannya di final Liga Champions musim lalu bersama Paris Saint-Germain. Namun, Tuchel tidak akan membagi pengalaman pahitnya itu ke pemain Chelsea menjelang final Liga Champions kontra Manchester City di Porto, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Thomas Tuchel berlabel pelatih PSG ketika klub raksasa Prancis itu takluk dari Bayern Munchen pada final Liga Champions musim lalu. Gol Kingsley Coman pada babak kedua sudah cukup bagi Bayern merengkuh titiel bergengsi tersebut.

Sang pelatih kemudian meninggalkan PSG dan ditunjuk menggantikan Frank Lampard sebagai manajer Chelsea pada Januari 2021.

The Blues menikmati laju menawan bersama Tuchel. Chelsea berada di peringkat kesembilan ketika Tuchel datang dan akhirnya finis keempat di Premier League. Chelsea juga berhasil lolos ke final Liga Champions dan mengincar kemenangan pertama sejak 2012.

Langkah mereke ke final juga tidak mudah. The Blues harus mengalahkan Real Madrid, Porto, dan Atletico Madrid di fase gugur.

Tetapi, Thomas Tuchel mengatakan tidak akan membagikan pengalaman dirinya sebelumnya di final Liga Champions. Menurutnya, skenario yang dihadapi dan para pemainnya sudah berbeda. Jadi ia akan menyimpan sendiri pengalaman itu.

Tekad Thomas Tuchel

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, memberikan semangat kepada anak asuhnya saat melawan Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Stadion Stamford Bridge, Kamis (06/05/2021). Chelsea menang dengan skor 2-0. (AFP/Glyn Kirk)
Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, memberikan semangat kepada anak asuhnya saat melawan Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Stadion Stamford Bridge, Kamis (06/05/2021). Chelsea menang dengan skor 2-0. (AFP/Glyn Kirk)

"Ini adalah tim yang berbeda dan situasi yang sangat berbeda. Ini adalah permintaan yang saya miliki untuk diri saya sendiri, belajar dari kekalahan. Saat itu adalah turnamen tiga-pertandingan, turnamen sistem gugur," ujar Tuchel.

“Itu adalah Bayern Munich kontra Paris, jadi tidak banyak yang dapat kami katakan. Kami melakukan kesalahan dan kami dapat belajar untuk mengatakan kami perlu mewujudkannya."

Tuchel menegaskan tak ingin pulang dari Porto dengan tangan hampa. Ia ingin Chelsea kembali ke London dengan membawa trofi.

“Jika saya adalah seorang pemain, saya tidak ingin pelatih saya berbicara tentang pengalaman pribadinya tahun lalu. Jika saya adalah seorang pemain, itu hanya akan membantu saya jika kami memiliki pengalaman bersama yang dapat kami bagikan, gunakan, dan kembangkan darinya.

"Tapi, bagi saya dan staf saya, pengalaman adalah hal yang krusial. Setelah setiap pertandingan, saya adalah pelatih yang lebih cerdas dengan lebih banyak pengalaman. Kami merasa telah menempuh perjalanan panjang, enam pertandingan dimainkan di Liga Champions bersama setelah Frank memainkan penyisihan grup yang fantastis. Kami merasa telah bekerja keras untuk berada di sini.

"Kami berada di sini untuk memenangi trofi. Mungkin kami sedikit underdog, tapi itu tak mengubah apa pun. Kami ingin meninggalkan Porto dengan trofi," imbuh Tuchel.

Sumber: Express

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini