2 Anggota DPR AS Malah Masuk Afghanistan Saat Krisis Diperingatkan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosy mengingatkan dua anggota DPR yang melakukan perjalanan ke Afghanistan pada Selasa bahwa tindakan mereka dapat mengalihkan upaya evakuasi warga Amerika dan warga Afghanistan yang berisiko.

Seth Moulton dari Partai Demokrat dan Peter Meijer dari Partai Republik --keduanya pernah bertugas dalam perang Irak-- mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka pergi ke Kabul untuk mengumpulkan informasi sebagai bagian dari peran pengawasan Kongres.

"Amerika berkewajiban moral kepada warga dan sekutu setia kami, dan kami harus memastikan bahwa kewajiban itu dipatuhi," kata mereka dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah mereka meninggalkan Kabul dan melihat kondisi di bandara.

Saat kunjungan mereka diumumkan, Pelosi mengirim surat kepada anggota DPR yang tidak menyebut Moulton atau Meijer untuk memperingatkan bahwa Pentagon dan Kementerian Luar Negeri telah meminta anggota parlemen untuk tidak melakukan perjalanan ke Afghanistan "selama masa bahaya ini."

Pelosi mengatakan kepada wartawan banyak anggota DPR ingin pergi ke Afghanistan, tetapi dia mengatakan dalam surat tersebut bahwa perjalanan seperti itu tidak bijaksana.

“Perjalanan anggota ke Afghanistan dan negara-negara sekitarnya tidak perlu mengalihkan sumber daya yang dibutuhkan dari misi prioritas yaitu mengevakuasi orang Amerika dan orang Afghanistan secara aman dan cepat," katanya.



Moulton dan Meijer mengatakan mereka meninggalkan Kabul di pesawat dengan kursi kosong dan mereka duduk di kursi khusus kru "untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang kehilangan kursi karena kehadiran kami."

Keduanya ingin Presiden Joe Biden memperpanjang tenggat waktu yang jatuh pada 31 Agustus agar evakuasi semuanya selesai.

"Setelah berbicara dengan komandan di lapangan dan melihat situasi di sini, jelas karena kita mulai mengevakuasi dengan sangat terlambat, apa pun yang kita lakukan, kita tidak akan mengeluarkan semua orang tepat waktu, bahkan hingga 11 September," kata mereka.

Biden dikecam karena tidak memulai evakuasi lebih cepat. Dia juga disalahkan atas munculnya kekacauan di bandara Kabul, di mana orang Amerika dan warga Afghanistan yang berisiko diterbangkan ke luar negeri setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Presiden Biden mengatakan pada Selasa bahwa pasukan AS sekarang telah membantu evakuasi 70.700 orang sejak 14 Agustus.

Dia menambahkan AS berpacu untuk menyelesaikan evakuasi dari Afghanistan pada 31 Agustus namun untuk mencapai tujuan itu tergantung pada kerja sama dari Taliban. (Ant/Antara)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel