2 Anggota DPRD Kediri digerebek warga karena kumpul kebo

MERDEKA.COM, Dua anggota DPRD Kota Kediri yang tinggal satu rumah digerebek warga. Warga merasa kesal pada kedua anggota DPRD tersebut, karena selama ini mereka diketahui belum menikah tetapi tinggal satu rumah.

Penggerebekan tersebut terjadi pada Selasa (20/11) malam di sebuah perumahan di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Dua anggota DPRD Kota Kediri yang diduga kumpul kebo itu adalah Sr, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Bulan Bintang (PBB) serta Ar dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).

Sr diketahui belum menikah, tetapi ada seorang pria yang tidak jelas statusnya berada di dalam rumahnya setiap malam hari.

Suasana penggerebekan warga yang juga dilakukan bersama dengan polisi ini sempat berlangsung tegang. Sr dan Ar tidak dapat mengelak ketika diketahui tinggal dalam satu atap.

Namun, keduanya mengaku menikah siri dengan menunjukkan catatan buku nikah siri yang dilakukan oleh seorang kiai asal Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Walaupun dapat menunjukkan surat nikah, warga berharap agar keduanya segera meresmikan pernikahan yang diakui masih berlangsung siri itu, karena dapat mengundang fitnah.

"Kami sudah mediasi, dan kedua belah pihak sudah saling mengerti," kata Kasubag Hubungan Masyarakat Polres Kediri Kota AKP Surono di Kediri, seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/11).

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Kediri Tamam Mustofa mengaku sampai saat ini belum menerima surat resmi atau laporan dari warga tentang dugaan kumpul kebo itu. Pihaknya juga tidak dapat memanggil keduanya, karena tidak ada landasan hukum yang kuat.

"Kami tidak dapat lakukan pemanggilan jika tidak tidak ada dasarnya. Untuk itu, kami masih menunggu laporan resmi dari warga," ucapnya.

Polisi dari Partai Golkar ini juga mengatakan untuk pernikahan siri memang dibenarkan secara agama, namun di mata hukum hal itu belum sah. Terlebih lagi, keduanya adalah tokoh publik, sehingga harusnya jika menikah secara resmi.

BK pada 2011 lalu menerima setidaknya enam aduan tentang perselingkuhan anggota DPRD Kota Kediri. Mereka rata-rata anggota yang baru terpilih menjadi legislatif. Namun, dari laporan itu semua diselesaikan dengan jalur kekeluargaan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.