2 Anggota Geng Motor Pembacok Polisi Ditangkap, Lainnya DPO

Agus Rahmat, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVAPolisi telah berhasil menangkap dua pimpinan geng motor yang membacok Aiptu Dwi Handoko, anggota Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat. Masih ada puluhan anggota lainnya, yang kini dinyatakan masuk sebagai Daftar Pencarian Orang atau DPO.

Selain memburu anggota lain dari geng motor yang bernama Enjoy MBR 86 itu, polisi juga sedang mendalami metode perekrutan dan sumber dana mereka.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Iver Son Manossoh, dalam konferensi pers yang digelar di Polres Metro Jakarta Pusat mengatakan, para pelaku mengaku sudah beberapa bulan membuat geng motor. MBR dalam geng itu adalah Muara Baru. Mereka bermarkas di sebuah gudang tua di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Baca juga: Sebelum Bacok Anak Buah AKBP Iver, Geng Motor Ini Ajak Warga Tawuran

"Jadi mereka berkumpul di gudang itu dulu sebelum menyerang. Mereka kadang-kadang mabuk di sana," kata Iver, Kamis 4 Maret 2021.

Iver melanjutkan, kendati sudah mengetahui markas geng tersebut, namun polisi belum berhasil menangkap para anggotanya. Sebab, kedua pelaku yang sudah tertangkap masih enggan membuka mulut.

"Kita pelan-pelan. Dia kan pasti jadi TO (target operasi) oleh kelompoknya kalau dia buka semuanya," lanjutnya.

Selain memburu para anggotanya, tambah Iver, pihaknya juga masih mendalami metode rekrutmen geng motor tersebut.
"Bagaimana teknis rekrutmen mereka. Apakah latihan fisik atau mereka diuji nyalinya dengan menghadapi tantangan yang berat, seperti pencurian dengan kekerasan dulu. Ini kita dalami," ujar Iver.

Turut didalami pula sumber dana geng motor tersebut selama beraksi. Sebab, mereka tentu membutuhkan dana untuk membeli minuman keras ataupun untuk pergi menyerang kelompok lain. Sumber dana ini perlu dicari tahu untuk mengetahui apakah mereka melakukan tindakan kriminal dalam mengumpulkannya.

Sebelumnya, Aiptu Dwi Handoko, anggota Polsek Menteng, dibacok oleh gerombolan geng motor di Jalan Proklamasi, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Februari 2021, sekitar pukul 04.30 WIB. Geng motor yang datang dengan 25 sepeda motor itu diketahui sempat menyerang warga di lokasi kejadian.

Apitu Dwi dibacok setelah berupaya menghentikan serangan geng motor itu kepada warga. Tepatnya, ketika dia merebut celurit yang dibawa pelaku. Akibatnya kelingking pada tangan kiri Aiptu Dwi mendapat luka.

Tiga hari usai kejadian, tepatnya Rabu kemarin, 3 Maret 2021, aparat Polsek Metro Menteng berhasil menangkap pria berinisial RA dan LO. Kedua orang yang merupakan pimpinan geng motor tersebut beralamat di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kedua pelaku ini telah ditetapkan sebagai tersanka dan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 1951 tentang senjata tajam juncto Pasal 170 KUHP. Ancamannya maksimal 10 tahun penjara.