2 Balita Korban Perahu Terbalik di Bengawan Solo Ditemukan Selamat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Tuban - Dua balita korban perahu terbalik dan tenggelam di Bengawan Solo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, ditemukan selamat.

Dua balita itu adalah Abdulloh Yantim (3) asal Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Tuban dan Hafid (4) asal Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

"Jumlah korban selamat yang ditemukan 10 orang,” ungkap Yudi Irwanto, Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban.

Menurutnya, 10 orang yang ditemukan selama langsung diberikan pertolongan dengan dibawa ke rumah sakit guna perawatan medis.

“Korban yang selamat 8 orang dibawa ke Puskesmas Rengel dan 2 orang di Puskesmas Kecamatan Kanor Bojonegoro,” ujarnya.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Kepolisian juga masih terus melakukan pencarian korban tenggelam dengan menyusuri sungai dari titik perahu terbalik hingga sepanjang 4,7 kilometer.

“Saat ini sedang dilakukan pencarian korban yang hanyut sepanjang radius 4,7 kilometer,” tegas Yudi Irwanto.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Daftar Selamat

Proses pencarian korban perahu terbalik di Bengawan Solo Rengel Tuban. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)
Proses pencarian korban perahu terbalik di Bengawan Solo Rengel Tuban. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)

Berikut 10 penumpang perahu yang ditemukan selamat:

1. Mujianto (20), pria warga Wonokerto Sale Rembang.

2. Arif Dwi Stiawan (39), pria asal Desa Rengel Tuban.

3. Budi (24), pemuda asal warga Rengel, Tuban.

4. Nofi Andi Susanto (29), pria warga Jalan Majapahit Sidorejo Tuban.

5. Tasmiatun Nikmah (33) perempuan warga Desa Maibit, Rengel Tuban.

6. Abdul Hadi (9) bocah laki-laki Desa Maibit Rengel Tuban.

7.Abdulloh Yantim (3) balita pria asal Desa Maibit Rengel Tuban.

8. Mat Saemuji (56), pria asal Rengel Tuban.

9. Mardiyani (58) ibu asal Desa Semambung, Kanor Bojonegoro.

10. Hafid (4) balita pria asal Desa Semambung, Kanor Bojonegoro.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel