2 Calon polisi tewas saat jalani latihan cross country 6 Km

MERDEKA.COM. Dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi tewas usai menjalani latihan ketangkasan lapangan. Keduanya diduga keletihan saat menjalani salah satu komponen kegiatan di sekolah tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah di Jambi, Minggu (23/6), membenarkan dua siswa SPN meninggal dunia ketika menjalani pendidikan dan latihan meninggal dunia. Kedua korban diketahui siswa kiriman dari Polda Metro Jaya, masing-masing bernama Hottua Halomoan Tampubolon dan Ferry Wahyudi.

Ferry Wahyudi (19) ditemukan tewas saat mengikuti latihan pendidikan sehari setelah berlangsungnya latihan ketangkasan pada Jumat (21/6) lalu. Saat ini, jenazah sudah dibawa keluarganya untuk dimakamkan di Jakarta.

"Siswa yang tewas terakhir adalah Hottua Halomoan Tampubolon, siswa pengiriman Polda Metro Jaya yang sempat kabur saat latihan. Akhirnya pada Minggu (23/6) ditemukan sudah tidak bernyawa," kata Almansyah dilansir Antara.

Dia menjelaskan, korban dilaporkan hilang saat pelajaran ketangkasan lapangan pada Jumat (21/6). Tim pencarian baru menemukan jasadnya sekitar pukul 12.00 WIB pada jarak sekitar 50 meter dari jalur latihan, atau tepatnya di RT 28, Sumber Rejo, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Koto Baru, Jambi.

"Hottua ditemukan di kebun sawit di belakang rumah penduduk, dan saat ini telah dilakukan identifikasi dari tim Inafis Polda dan jenazah dibawa ke RSU Raden Mattaher untuk penanganan lebih lanjut," tandasnya.

Tewas setelah cross country

Kepala SPN Jambi AKBP Gatot Santoso mengatakan, korban ada tiga siswa jatuh dan pingsan usai mengikuti program latihan pendidikan. Ferry Wahyudi diduga tewas akibat keletihan setelah lari cross country sejauh 6 kilometer di kawasan SPN.

Pada latihan itu, tiga orang korban jatuh sakit, yakni Agung (20) asal Jakarta dan Bambang (19) dari Bungo, Jambi, yang kini dirawat di ruangan ICU DKT Jambi.

Jumlah siswa SPN Jambi yang mengikuti pendidikan berjumlah 713 orang. Masing-masing berasal dari Polda Metro 339 orang, Polda Kepri 117 orang, dan Polda Jambi 257 orang. Para siswa akan menjalani pendidikan selama tujuh bulan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.