2 Fakta Ujaran Kontroversial Gus Nur yang Bikin Murka Elite NU

Hardani Triyoga
·Bacaan 3 menit

VIVA – Penceramah Sugi Nur Rahardja (46) alias Gus Nur kembali jadi perhatian pemberitaan media massa karena ditangkap penyidik Bareskrim pada Sabtu dini hari, 24 Oktober 2020. Gus Nur dibekuk di kediamannya di Malang, Jawa Timur.

Penangkapan tersebut menindaklanjuti adanya beberapa laporan dari sejumlah warga Nahdliyin yang murka terhadap ucapannya. Gus Nur dilaporkan karena dinilai menghina Nahdlatul Ulama (NU).

Kasus ini berawal saat Gus Nur jadi pembicara dalam video di YouTube yang tayang perdana pada 17 Oktober 2020. Di video itu, Gus Nur berbincang dengan Refly Harun.

Gus Nur menyinggung soal NU yang sekarang dinilainya berubah dan membuat pusing. Ujaran ini yang dinilai sejumlah pihak menghina NU.

1. NU Seperti Bus Umum yang sopirnya mabuk

Pernyataan Gus Nur yang membuat elite NU murka adalah NU sekarang diibaratkan seperti bus umum yang sopirnya mabuk. Ibaratnya, NU itu bus dengan kondekturnya teler dan kenek ugal-ugalan sehingga semua penumpangnya kurang ajar, buka aurat, bernyanyi, dan lainnya.

"Jadi, kesucian NU yang selama ini saya kenal itu seakan-akan enggak ada sekarang ini. Kok, saya sekarang pusing denger di bus yang namanya NU ini," kata Gus Nur dalam akun video itu yang dikutip pada Minggu, 25 Oktober 2020.

Gus Nur pun menyebut nama seperti Abu Janda yang jadi kenek bus NU. Kemudian, kondekturnya Gus Yaqut dan sopirnya KH Said Aqil Sirodj.

Baca Juga: Gus Nur Ditangkap, PWNU Jatim: Supaya Ada Efek Jera

Pernyataan itu yang kini membawa Gus Nur kembali ditangkap dan jadi tersangka ujaran kebencian. Sebelumnya, sejumlah elemen NU melaporkan Gus Nur ramai-ramai dari periode 21 Oktober sampai 22 Oktober 2020.

Proses hukum terhadap Gus Nur yang sudah ditangkap aparat pun direspons girang oleh elite NU.

Khatib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Safruddin Syarif mengatakan sudah benar polisi menangkap Gus Nur. Dia pun bersyukur polisi sudah menangkap Sugi Nur dan menetapkan dengan status tersangka.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi polisi yang sudah melakukan tugasnya dengan benar. Karena memang dari awal saya mengatakan, bahwa Sugi Nur ini orang yang sangat berbahaya di Indonesia karena isi pidatonya menyebarkan virus perpecahan virus kebencian," kata Safruddin, Sabtu, 24 Oktober 2020.

2. Heboh dengan Vlog Generasi Muda NU Penjilat

Gus Nur sebelumnya juga sudah pernah berurusan dengan hukum. Ia pernah divonis 1 tahun 6 bulan penjara pada Oktober 2019.

Meski dijatuhi vonis penjara tapi Gus Nur tak masuk sel penjara. Alasannya, majelis hakim tidak sepakat dengan perintah penahanan terhadap Gus Nur yang dituangkan dalam surat tuntutan. Rujukannya, ancaman hukumannya tidak bisa ditahan.

Kasus ini bermula karena Gus Nur yang dalam video blog (vlog) judul Generasi Muda NU Penjilat. Gus Nur mengunggah vlog itu di akun Youtube pada 20 Mei 2018.

Baca Juga: Andi Arief: Mudah-mudahan NU Masih Memberi Ruang Maaf pada Gus Nur

Gus Nur dilaporkan ke polisi oleh Koordinator Forum Pembela Kader Muda NU. Saat itu, ia dijerat Pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam video itu, Gus Nur awalnya menyinggung kontroversi Kementerian Agama yang membuat list rekomendasi 200 nama penceramah yang bisa diundang dalam kegiatan. Ia menyebut Menteri Agama saat itu, Lukman Hakim Saifudin kurang kerjaan.

Ia menyebut sebaiknya Lukman dan menteri lainnya di Kabinet Kerja Jokowi mundur. Pun, ia melanjutkan ucapannya dengan menyinggung generasi muda NU.

"T** generasi muda NU. Generasi muda NU merilis 20 ustaz radikal wahabi termasuk aku, matamu," ujar Gus Nur dalam video yang dikutip lagi pada Minggu, 25 Oktober 2020.

Gus Nur mempertanyakan rekem jejak Generasi Muda NU. Ia sudah mendengar informasi Generasi Muda NU tapi merasa belum mengenalnya.

Dia menantang perwakilan Generasi Muda NU untuk duel ceramah. Nantinya yang jadi acuan jumlah jemaah yang datang.

"Indonesia ini kacau jujur aja gara-gara model penjilat kayak kamu loh. Kalau enggak jilat enggak makan, enggak fitnah enggak makan," tutur Gus Nur.