2 Faktor Ini Jadi Sebab Maraknya Kecelakaan Pesawat di Nepal dalam 20 Tahun Terakhir

Merdeka.com - Merdeka.com - Kecelakaan pesawat kerap terjadi di Nepal. Terakhir, pesawat ATR72 Yeti Airlines yang membawa 72 orang jatuh pada Minggu (15/1) siang. Sebanyak 68 orang dipastikan tewas dalam kejadian nahas tersebut.

Pesawat ini berangkat dari Kathmandu menuju kota Pokhara. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Tribhuvan pukul 10.33 waktu setempar dan dilaporkan jatuh 10 detik sebelum mendarat di Bandara Internasional Pokhara.

Badan Penerbangan Sipil Nepal mengatakan kecelakaan itu disebabkan kesalahan teknis, bukan cuaca buruk.

Kecelakaan pada Minggu ini menambah daftar panjang kecelakaan udara di Nepal. Medan yang terjal ditambah buruknya regulasi dan keterbatasan infrastruktur menjadi pemicu kecelakaan transportasi udara di negara tersebut.

Berikut daftar kecelakaan pesawat mematikan di Nepal sejak 2008, dikutip dari laman India Today, Senin (16/1).

Oktober 2008: Penerbangan 101 Yeti Airlines jatuh saat mendekati Bandara Tenzing-Hillary di Lukla, Nepal timur pada 8 Oktober 2008. 14 dari korban tewas merupakan wisatawan; 12 dari Jerman dan dua orang merupakan warga negara Australia. Satu-satunya orang yang selamat adalah Surendra Kunwar, pilot pesawat tersebut. Dia berhasil dievakuasi dari puing-puing pesawat dan diterbangkan ke Kathmandu untuk perawatan darurat.

September 2011: Pesawat Beechcraft 1900D yang dioperasikan Buddha Air jatuh ke lereng gunung. Pesawat ini membawa wisatawan terbang melihat Gunung Everest dari udara. Kecelakaan disebabkan cuaca buruk.

Mei 2012: Pesawat Dornier yang membawa 21 orang jatuh ke puncak bukit di Nepal utara saat berusaha mendarat di bandara yang berada di dataran tinggi. Pesawat ini terbang dari Pokhara menuju bandara Jomsom. 15 penumpang tewas dan 13 di antaranya merupakan peziarah asal India.

Mei 2015: Pesawat skuadron korps angkatan laut Amerika Serikat yang membawa bantuan untuk korban gempa bumi jatuh di Charikot, menewaskan delapan orang di dalamnya. Enam anggota angkatan darat AS dan dua tentara Nepal hilang dalam kecelakaan tersebut.

Februari 2016: Pesawat Air Kashthamandap membawa 11 orang jatuh di distrik Kalikot. Dua kru pesawat tewas dan semua penumpang yang berjumlah sembilan orang terluka.

Maret 2018: 49 orang tewas dalam kecelakaan pesawat maskapai US-Bangla pada 12 Maret. Pesawat ini membawa 67 penumpang dan empat kru, jatuh di bandara Internasional Tribhuvan Kathmandu. Pesawat tersebut kembali dari Dhaka, Bangladesh dan terbakar setelah meluncur dari landasan pacu saat mendarat dan jatuh ke lapangan sepak bola di dekat bandara dan kemudian meledak. Sebuah komisi yang ditunjuk untuk menyelidiki menyimpulkan bahwa kemungkinan penyebab kecelakaan itu adalah disorientasi pilot.

Februari 2019: Helikopter Air Dynasty jatuh ke lereng gunung saat berusaha mencari jalan kembali ke Kathmandu di tengah cuaca berawan. Menteri Pariwisata Nepal, Rabindra Adhikari salah satu dari tujuh korban tewas dalam insiden tersebut. Penyelidikan awal menyatakan ada pelanggaran prosedur operasional seperti ketidakseimbangan bobot karena posisi tangki bahan bakar dan pengaturan tempat duduk penumpang yang salah.

Juli 2019: Penerbangan YT-422 dari Nepalgunj ke Kathmandu dengan 66 penumpang dan tiga awak, mendarat di landasan pacu Kathmandu 02 tetapi membelok langsung dari landasan sekitar pukul 11:06 pada 12 Juli. Pesawat berhenti di tanah lunak di sebelah timur taxiway D bandara. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Mei 2022: Pesawat mesin ganda Tara Air's 9 NAET yang terbang dari bandara Pokhara ke Jomsom yang membawa 22 orang hilang kontak. Pesawat ini hilang kontak di daerah pegunungan negara tersebut tidak lama setelah lepas landas pada pukul 09.55. Jasad semua orang di dalam pesawat itu ditemukan tiga hari kemudian. Penyelidikan pemerintah Nepal menyimpulkan kecelakaan disebabkan cuaca buruk.

Juli 2022: Penerbangan Yeti Airlines YT-672 dari Pokhara menuju Kathmandu yang membawa 45 orang, mengalami mesin rusak. Kru lalu mematikan mesin dan kembali ke Pokhara untuk melakukan pendaratan darurat sekitar 6 menit setelah lepas landas. Bandara melaporkan mesin sebelah kiri mati segera setelah pesawat mengudara. [pan]