2 Formasi Lini Depan Andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Lebih Mantul Pakai False 9?

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memang dikenal sebagai juru taktik yang memiliki perbendaharaan strategi yang cukup melimpah ketika meramu sebuah tim.

Tak jarang, Shin Tae-yong kerap menciptakan kejutan-kejutan dalam menerapkan formasi-formasi tertentu ketika menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia.

Formasi yang pernah digunakan pelatih asal Korea Selatan itu memang cukup beragam. Mulai dari pakem 4-3-3, 5-4-1, 3-4-3, dan berbagai variasi turunannya.

Khusus untuk lini serang, eks-juru racik timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 ini memang sering kali menggunakan skema tiga pemain di lini serang. Dua pemain di antaranya bertugas di sektor sayap, sedangkan satu lainnya jadi juru gedor.

Untuk satu pemain yang biasanya diplot untuk mengisi posisi nomor 9 Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memiliki dua variasi yang berbeda. Berikut Bola.com menyajikan penjelasannya.

4-3-3 dengan Penyerang Tunggal

<p>Pemain Timnas Indonesia, Dimas Drajad melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga ke gawang Timnas Curacao dalam laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pemain Timnas Indonesia, Dimas Drajad melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga ke gawang Timnas Curacao dalam laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Skema yang paling sering menjadi andalan Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia ialah formasi 4-3-3. Di lini serang, biasanya ada dua pemain sayap cepat yang menopang satu sosok target man.

Dalam beberapa momen, pelatih asal Korea Selatan itu kerap memakai pakem seperti ini. Untuk nama-nama pemain yang dipasang biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan.

Salah satu contohnya, Shin menurunkan Saddil Ramdani dan Witan Sulaeman untuk menyisir sektor sayap. Kedua pemain ini bertugas untuk memberikan servis kepada target man. Peran ini biasanya diberikan kepada Dimas Drajad.

Coba Spaso

Striker naturalisasi, Ilija Spasojevic mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia di Bali dalam rangka persiapan menuju Piala AFF 2022. (Dok. PSSI)
Striker naturalisasi, Ilija Spasojevic mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia di Bali dalam rangka persiapan menuju Piala AFF 2022. (Dok. PSSI)

Dimas Drajad memang sudah seperti pemain yang paling diandalkan sejak mencetak debut internasionalnya kontra Bangladesh pada 1 Juni 2022.

Sejak saat itu, striker andalan Persikabo 1973 ini selalu tampil mengisi lini serang, mulai dari Kualifikasi Piala Asia 2023 hingga laga FIFA Matchday kontra Curacao beberapa waktu lalu.

Jika dibandingkan momen sebelumnya, peran yang dimainkan oleh Dimas ini diberikan Shin Tae-yong kepada Ezra Walian, Dedik Setiawan, hingga Kushedya Hari Yudo, tepatnya pada Piala AFF 2020.

Namun, Dimas bakal absen di Piala AFF 2022 karena cedera. Jika memakai formasi ini, STY bisa mencoba Ilija Spasojevic.

5-4-1 dengan False Nine

Gelandang Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, mengontrol bola saat melawan Filipina pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Minggu (25/11). Kedua negara bermain imbang 0-0. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Gelandang Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, mengontrol bola saat melawan Filipina pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Minggu (25/11). Kedua negara bermain imbang 0-0. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Salah satu skema menarik yang pernah diterapkan Shin Tae-yong ialah 5-4-1 dengan satu pemain yang berfungsi sebagai false nine di lini depan.

Momen itu setidaknya terlihat pada ajang Kualifikasi Piala Asia 2023. Pada pertandingan perdana Grup A melawan tuan rumah Kuwait, Shin Tae-yong secara mengejutkan menurunkan Stefano Lilipaly di lini serang.

Saat itu, Lilipaly bermain sebagai striker dan ditemani dua pemain sayap, Irfan Jaya dan Saddil Ramdani. Padahal, saat itu ada dua striker yang dibawa, seperti Dimas Drajad dan Muhammad Rafli.

 

Lumayan Oke Hasilnya

<p>Pemain Indonesia, Marc Klok mencetak gol pertama melalui eksekusi penalti ke gawang Kuwait dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2023 Grup A antara Indonesia menghadapi Kuwait di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Kuwait City, Kamis (9/6/2022) dinihari WIB. (PSSI)</p>

Pemain Indonesia, Marc Klok mencetak gol pertama melalui eksekusi penalti ke gawang Kuwait dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2023 Grup A antara Indonesia menghadapi Kuwait di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Kuwait City, Kamis (9/6/2022) dinihari WIB. (PSSI)

Dalam skema ini, ternyata Stefano Lilipaly lebih berperan sebagai false nine. Dia juga berhasil menjalankan fungsinya tersebut di lini serang.

Pemain asal Belanda ini dalam beberapa kesempatan sukses menarik pemain keluar dari area pertahanannya. Ia mampu menciptakan ruang dan peluang untuk rekan setimnya.

Keberhasilan Stefano menjalankan peran itu tak terlepas dari posisi naturalnya sebagai penyerang sayap. Dia punya kemampuan dribel, kontrol bola, kecepatan, dan akurasi umpan yang mumpuni.

Hasilnya, saat itu dua gol kemenangan timnas Indonesia dicetak oleh dua gelandang, yakni Marc Klok via penalti dan sontekan Rachmat Irianto.