2 Hal Ini Paling Ditunggu Arema FC dari Penundaan Kompetisi Shopee Liga 1 2020

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Manajemen Arema FC mengaku sudah menerima surat resmi dari PSSI tentang lanjutan Liga 1 2020. Seperti diketahui, kompetisi berlanjut awal tahun depan. Kemungkinan pada Februari 2021.

Sebelumnya, manajemen Arema menunggu surat resmi untuk menyusun rencana kedepan. Hanya saja, surat PSSI bernomor 2284/AGB/417/X-2020 berisi tiga hal yang belum detail.

Seperti penundaan kompetisi di awal musim tanpa menyebut tanggal pastinya. Poin kedua PSSI akan membuat surat keputusan terkait hak dan kewajiban klub dengan pemain dan pelatih. Sementara yang ketiga, PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi akan menyampaikan mekanisme teknis pelaksanaan Liga 1 dan 2.

Media Officer Arema, Sudarmaji pun menungkapkan selanjutnya ada dua hal yang paling ditunggu setelah Shopee Liga 1 dipastikan tidak akan dilanjutkan pada tahun 2020. "Sebagai klub, kalau dibilang kecewa dengan penundaan ini tentu ada. Tapi ini keputusan tertinggi dari federasi. Kami harus menghormati," kata Sudarmaji.

"Ada beberapa hal yang harus disampaikan. Pertama, ada garansi dari pihak kepolisian untuk lanjutan kompetisi. Karena kompetisi tahun ini tidak berjalan karena terganjal ijin pertandingan dari kepolisian."

"Yang kedua, segera ada surat keputusan untuk mengatur persoalan legalitas (kontrak) dengan pemain, pelatih hingga sponsor,” tambahnya.

Nasib Kontrak Pemain

Media officer Arema FC, Sudarmaji. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Media officer Arema FC, Sudarmaji. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sementara dari sisi pemain dan pelatih, poin kedua surat PSSI bernomor 2284/AGB/417/X-2020 jadi yang paling dinantikan. Pertanyaannya, seperti apa nasib kontrak mereka hingga kompetisi berjalan.

Apakah kontrak berhenti, dipotong 75 persen atau ada opsi lain. Selanjutnya, kontrak pada Februari mendatang juga belum ada kejelasan sudah normal kembali atau belum. Karena para pemain mengalami masa lumayan sulit dengan pemangkasan 75 persen gaji saat ini.

Manajemen Arema sendiri juga jatuh bangun mencari sumber pendanaan tambahan di luar subsidi PT Liga Indonesia Baru. Beragam program yang diluncurkan tidak bisa berjalan mulus di tengah pandemi virus corona.

Seperti pembuatan mobil edisi ultah Arema terlihat lesu penjualannya. Program lain beli tiket tanpa menonton juga tidak jalan karena kompetisi mundur.

Saksikan Video Pilihan Kami: