2 Intel TNI AD Korban Pengeroyokan Pecinta Moge Diancam Akan Ditembak

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Insiden pengeroyokan terhadap anggota TNI Angkatan Darat yang melibatkan geng motor kembali terjadi. Kali ini insiden pengeroyokan itu terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Dua Anggota TNI AD yang menjadi korban pengeroyokan geng motor dari Komunitas Pecinta Motor Gede Harley Davidson adalah Serda Mistari dan Serda Yusuf. Keduanya adalah Anggota Intel Kodim 0304/Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Insiden pengeroyokan itu bermula ketika dua anggota TNI AD itu tengah melintas di Jalan Dr.Hamka, Kota Bukittinggi, tiba-tiba mereka mendengar suara sirine dari mobil Patwal Polres Kota Bukittinggi.

Mendengar suara sirine tersebut kemudian dua anggota Intel Kodim Agam itu meminggirkan sepeda motornya untuk memberikan jalan kepada mobil Patwal yang tengah mengawal rombongan konvoi puluhan pecinta Moge.

Setelah rombongan mobil patwal dan puluhan motor gede itu melintas, Serda Mistari dan Serda Yusuf kemudian kembali ke tengah jalan untuk melanjutkan perjalanannya ke Makodim 0304/Agam.

Namun, di tengah perjalanan dua anggota Intel Kodim yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat disalip dan digeber oleh sejumlah moge yang terpisah dari rombongan, hingga dua anggota Intel Kodim itu sempat oleng dan hampir jatuh.

Serda Yusuf dan Serda Mistari pun bereaksi dengan mengejar dan menghentikan motor Harley Davidson tersebut. Namun setelah berhenti rombongan Motor Harley Davidson langsung mengejar Serda Yusuf dan mengeroyok Serda Yusuf dan Serda Mistari di jalan raya.

Ironisnya, ketika Serda Mistari dan Serda Yusuf menjelaskan bahwa mereka adalah Anggota TNI, rombongan Moge itu tidak berhenti mengeroyok dan memukuli dua anggota Intel Kodim Agam itu. Bahkan, para pemilik motor gede itu mengancam akan menembak dua Anggota TNI itu.

"Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menyampaikan bahwa mereka adalah Anggota TNI, namun tidak didengar dan diancam akan ditembak," tulis keterangan yang diterima VIVA Militer, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Aksi arogansi komunitas pecinta moge itu akhirnya dapat dilerai oleh masyarakat masyarakat sekitar. Kemudian, rombongan motor Harley Davidson langsung meninggalkan dua anggota TNI AD itu dipinggir jalan, dan melanjutkan perjalanan menuju Novotel Kota Bukittinggi. Sedangkan Serda Yusuf dan Serda Mistari langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Piket Kodim 0304/Agam.

Baca juga : 2 Anggota TNI Dikeroyok Rombongan Motor Harley Davidson di Bukittinggi