2 Jenderal TNI Penjaga Ibukota di Era SBY Ternyata Lulusan Terbaik

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bukan perkara mudah menjaga keamanan kota Jakarta. Dengan status sebagai ibukota negara, berbagai objek vital dan pusat pemerintahan terdapat di kota yang sudah berusia hampir lima abad ini. Tak terkecuali, jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 10 juta jiwa, dengan berbagai keanekaragaman suku dan agama.

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta 2019, kota yang dahulu bernama Batavia dan Jayakarta ini memiliki total penduduk mencapai 10,6 juta jiwa dengan kepadatan 15,7 kilometer persegi.

Di sisi lain, sejumlah objek vital seperti Istana Negara (Istana Presiden), Istana Wakil Presiden, serta berbagai situs bersejarah juga ada di Jakarta.

Melihat hal ini Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) memiliki tugas utama untuk mengamankan DKI Jakarta, sesuai dengan fungsinya sebagai Komando Kewilayahan Pertahanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Sejak didirikan pada 24 Desember 1949, banyak nama besar yang pernah memimpin Kodam Jaya. Tak sedikit juga yang di kemudian hari menjadi tokoh nasional.

Di era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ternyata ada dua orang lulusan terbaik Akedmi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), sekarang Akademi Militer (Akmil), yang pernah menjadi orang nomor satu di Kodam Jaya.

Nama pertama adalah Mayjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo. Agustadi yang saat ini sudah purna tugas dengan pangkat Jenderal TNI, adalah lulusan AKABRI 1974. Rekan satu angkatan Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto ini memegang tongkat Komando Kodam Jaya periode 7 Januari 2004 hingga 7 Desember 2006.

Karier Agustadi kian mengkilap usai purna tugas sebagai Panglima Kodam (Pangdam) Jaya. Setelah sempat menduduki posisi sebagai Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Sesmenkopolhukam), Agustadi menjadi orang nomor satu di jajaran TNI Angkatan Darat.

Pada 28 Desember 2007, pria kelahiran Surabaya 6 Agustus 1952 ini diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), menggantikan posisi Jenderal TNI Djoko Santoso.

Selain Agustadi, ada lagi seorang Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang menyandang status sebagai lulusan terbaik AKABRI dan pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Ya, nama kedua adalah Mayjen TNI Johannes Suryo Prabowo. Suryo merupakan peraih penghargaan Adhi Makayasa usai menjadi lulusan terbaik AKABRI 1976. Suryo resmi menduduki kursi Pangdam Jaya pada 19 Desember 2007, menggantikan posisi Mayjen TNI Lilik Sumaryo.

Hanya beberapa bulan menjadi orang nomor satu di Kodam Jaya, Suryo kemudian mendapatkan promosi pangkat bintang tiga atau Letnan Jenderal (Letjen) TNI. Dengan pangkat itu, Suryo dipercaya menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), menggantikan Letjen TNI Cornel Simbolon, pada 22 Juli 2008.

Hampir tiga tahun menjadi orang nomor dua di jajaran TNI Angkatan Darat, Suryo kemudian masuk ke Markas Besar (Mabes) TNI. Tepatnya 1 April 2011, pria asli Semarang ini menjadi suksesor Marsekal Madya (Marsdya) TNI Edy Harjoko sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.