2 Kali Sekarat Ketembak RPG di Lebanon dan Gaza, Letkol Uri Hidup Lagi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Batalyon 603, Brigade 7, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces) baru saja mendapatkan komandan anyar.

Berdasarkan siaran resmi IDF yang didapatkan VIVA Militer, Selasa 13 Juli 2021, perwira IDF yang dipercaya menjadi komandan baru Batalyon 603 ialah Letnan Kolonel (Letkol) Uri Ron.

Letkol Uri Ron sangat terkenal di kalangan militer negeri Yahudi. Namanya naik daun karena dua peristiwa mengerikan yang pernah dialaminya.

Menurut IDF, Letkol Uri pernah hampir mati. Tak cuma sekali, dua kali perwira menengah itu lolos dari maut. Padahal dua kali dia sekarat akibat terluka parah dalam dua pertempuran berbeda.

Letkol Uri pertama kali luka parah dan kritis sekitar lima belas tahun lalu. Ketika itu dia mengalami luka para dalam pertempuran di Perang Lebanon Dua.

Jadi saat itu Letkol Uri masih bertugas di Batalyon 601, saat perang pecah dia diperintahkan bertempur di garis terdepan Pos Astra.

Namun sial, ketika memimpin pasukan tempur teknik menembus wilayah Lebanon, tembakan anti-tank (rocket propelled grenade-RPG) yang dilepaskan tentara Lebanon mengenai dirinya.

Letkol Uri tertembak dengan seluruh tubuhnya terluka parah. Dalam kondisi sekarat dia berhasil diselamatkan tim medis dan nyawanya tertolong hingga bisa pulih dan berdinas kembali.

Beberapa tahun kemudian, nasib serupa menimpa Letkol Uri. Kali ini dia terluka parah dalam sebuah operasi khusus di Jalur Gaza. Dan lagi-lagi dia tak mati.

Letkol Uri mengatakan, dia bukan orang yang sakti. Tapi semangatnya untuk tetap hidup dan membela negara membuatnya bisa lolos dari kematian.

"Saya melakukannya karena itu adalah tugas dan hak. Kami sebelum saya'. Kami ini negara, kami adalah nilai-nilai ini, kami adalah sesuatu yang lebih besar dari Mark Ann," kata Letkol Uri.

Baca: Eropa Berguncang, Ribuan Muslim Dibunuh di Muka PBB

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel