2 Kejadian Tak Terduga Bikin Solskjaer Ngamuk Usai MU Vs AC Milan

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer kecewa berat setelah timnya gagal meraih kemenangan atas AC Milan di kandang.

MU ditahan imbang 1-1 dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Europa di Old Trafford, Jumat dini hari WIB, 12 Maret 2021.

MU memecah kebuntuan menit 50. Pemain 18 tahun Amad Diallo yang masuk menggantikan Anthony Martial di babak kedua membobol gawang Donnarumma lewat sundulan.

Berbagai upaya dikerahkan Milan. Drama pun terjadi, kemenangan MU di depan mata harus sirna setelah sundulan Simon Kjaer menit 90+2 bersarang ke gawang Dean Henderson.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, skor 1-1 bertahan untuk kedua tim. Hasil ini jelas menjadi kerugian untuk MU. Pasalnya mereka harus mencuri kemenangan di kandang Milan pada pertemuan kedua nanti.

Ada dua hal yang membuat Solskjaer ngamuk usai pertandingan. Dua kejadian itu benar-benar di luar dugaanya. Yang pertama adalah cederanya Anthony Martial.

Striker asal Prancis itu ditarik keluar pada babak pertama. Solskjaer mengonfirmasi bahwa Martial mengalami cedera pinggul, dan akan membutuhkan waktu untuk pemulihan.

Cederanya Martial praktis memperburuk situasi lini serang MU yang sudah tanpa Marcus Rashford dan Edinson Cavani.

Kini, Solskjaer hanya akan berharap pada Mason Greenwood untuk pertandingan lanjutan Premier League melawan West Ham akhir pekan ini.

"Martial menerima pukulan di pinggul. Akan ada hasil scan lain yang perlu kami lihat terlebih dahulu. Saya tidak berpikir dia akan siap untuk pertadingan di hari Minggu. Edinson Cavani belum siap untuk bermain di hari Minggu juga," kata Solskjaer dikutip Sky Sport.

Selain itu, manajer asal Norwegia tersebut menyayangkan timnya kebobolan di menit-menit akhir. Harry Maguire cs kehilangan fokus sehingga ada kerugian besar yang harus mereka bayar pada leg kedua nanti.

"Kami jatuh terlalu dalam di dalam kotak penalti. Tentu saja Anda selalu kecewa ketika Anda kebobolan gol itu,” ucapnya.

Meski demikian, Solskjaer tak mau patah semangat. Dia meyakini masih ada kesempatan untuk timnya membuat keajabaiban di kandang Milan.

“Kecewa, tapi sekali lagi itu bisa terjadi. Saya telah menjadi bagian dari tim yang mencetak gol di masa injury time di Eropa sendiri melalui set play," sambungnya.