2 Kelompok Pemuda Mabuk Bentrok saat Nonton Jaranan, Satu Tewas

Merdeka.com - Merdeka.com - HRY (22), pemuda asal Kertosari Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur tewas setelah 3 hari dirawat di rumah sakit akibat dikeroyok komplotan lain saat menyaksikan pagelaran jaranan di Lingkungan Kaliwining Wirolegi.

Diduga antara pelaku dan korban sama-sama dalam kondisi mabuk di areal pertunjukan seni jaranan.

Saat ini, pelaku pengeroyokan berinisial HR (26) dan BQ (21) keduanya telah diamankan polisi untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Keduanya memiliki latar belakang yang sama sebagai buruh bangunan dan masih bertetangga beralamatkan di jambuan antirogo kecamatan Sumbersari.

Berdasarkan keterangan polisi, selain HR dan BQ masih ada pelaku lain yang masih berkeliaran, untuk itu polisi masih terus memburu keberadaan para pelaku pengeroyokan lainnya.

"Setelah menerima laporan dari korban yang diantar oleh bapak dan keluarganya, anggota Polsek Sumbersari bergerak mencari para pelaku namun semuanya telah melarikan diri," kata Aipda Noby Panit 1 Reskrim Polsek Sumbersari, Sabtu (16/07).

Kasus pengeroyokan yang menimpa HRY tersebut terjadi sekitar bulan Februari lalu, usai kejadian korban bersama ayahnya melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian.

Namun setelah lapor polisi, korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, setelah 3 hari dirawat korban tak bisa di selamatkan, HRY akhirnya meninggal.

Atas kejadian tersebut HR yang merupakan residivis kasus yang sama disangkakan dengan pasal 170 sub pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel