2 Kisah Kasih Eks Pemain Timnas Indonesia: Cinta Pandangan Pertama Lalu Menikah Muda

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Makassar - Zulkifli Syukur dan Ferdinand Sinaga dikenal sebagai pemain agresif dan militan kala beraksi di lapangan hijau. Karakter yang kental melekat pada diri keduanya merupakan tempaan kehidupan keras disertai tekad kuat mewujudkan mimpi menjadi pesepakbola andal Indonesia.

Zulkifli misalnya, sejak kecil sudah ditinggal sang ayah, Syukur yang wafat ketika ia masih duduk di bangku SD. Zulkifli kecil diasuh tantenya, Nursiah karena ibunya, Mardiana memutuskan merantau ke Sorong Papua.

Zulkifli pun terpaksa bekerja serabutan dari menjadi juru parkir hingga bertugas sebagai pencuci piring pada sebuah warung makanan di Makassar untuk biaya hidup sehari-hari dan membeli sepatu bola.

Apalagi, sang tante sejak awal menentang keinginan Zulkifli menjadi pesepak bola. Sementara Ferdinand harus berpindah-pindah daerah mengikuti sang ayah yang bekerja sebagai supir bus trans Sumatera-Jawa. Ferdinand pun menjalani kehidupan masa kecilnya di Bengkulu, Lampung dan Bandung.

Seperti diketahui, keduanya berhasil mewujudkan mimpi menjadi pemain dengan segudang prestasi. Zulkifli meraih trofi juara Liga Super Indonesia bersama Arema Indonesia musim 2009-2010. Ferdinand mendapat gelar sama ketika berkostum Persib Bandung musim 2014.

Keduanya pun melengkapi prestasinya itu dengan membawa PSM Makassar juara Piala Indonesia 2018-2019. Agresivitas dan militansi keduanya di lapangan berbanding terbalik dengan keseharian mereka bersama keluarga kecil masing-masing.

Zulkifli dan Ferdinand Sinaga dikenal sebagai family man atau suami penyayang keluarga. Diluar latihan dan pertandingan, keduanya lebih banyak menghabiskan waktunya bersama sang istri dan buah hati.

Jelang Hari Valentine atau hari kasih sayang, Bola.com mengungkap sekilas perjalanan cinta keduanya bersama pasangan masing-masing. Termasuk alasan memutuskan menikah di usia muda yakni 23 tahun.

Zukifli Syukur-Sumarni Tanna

Pemain PSM Makassar, Zulkifli Syukur, bersama keluarga. (Bola.com/Abdi Satria)
Pemain PSM Makassar, Zulkifli Syukur, bersama keluarga. (Bola.com/Abdi Satria)

Zukkifli lebih banyak menghabiskan karier sepak bolanya di luar Makassar.

Ia memulainya dengan berkostum PKT Bontang pada 2006. Berkat aksinya bersama klub Kalimantan Timur, nama Zulkifli dalam daftar skuat timnas U-23 untuk menjalani pemusatan latihan di Belanda selama tujuh bulan.

Tim ini dipersiapkan untuk menghadapi Asian Games 2006 di Qatar.Sepulang dari Qatar, Zulkifli mendapat tawaran dari manajemen Persmin Minahasa.

Saat membela Persmin, Zulkifli mendapatkan kehidupan lain di luar sepak bola. Ia bertemu dengan Sumarny Tamma, staf toko olahraga saat berjalan-jalan pada sebuah mal di Manado.

"Saya langsung tertarik pada pandangan pertama. Dan memang saat itu, saya niatkan untuk menikah pada usia 23. Syaratnya, wanita yang jadi istri saya harus sayang dengan orang tua saya, khususnya ibu saya, karena bapak sudah meninggal. Minny adalah wanita yang tepat dan berjodoh dengan saya," kenang Zulkifli Syukur.

Cinta pada pandangan pertama berlanjut ke pelaminan pada 2008. Saat ini, keduanya sudah memiliki tiga anak perempuan yakni Nadia, Nayla dan Najwa. Zulkifli dan keluarga kecilnya menempati rumah yang berlokasi di kawasan pantai Tanjung Bunga Makassar.

Ferdinand Sinaga-Aghie Veronicca

Ferdinand Sinaga bersama keluarga kecilnya. (Bola.com/Abdi Satria)
Ferdinand Sinaga bersama keluarga kecilnya. (Bola.com/Abdi Satria)

Ferdinand mengenal sang istri ketika memperkuat PPSM Magelang pada musim 2009-2010. Saat itu, Aghie tengah menempuh pendidikan S2 pada Sekolah Tinggi Teologi di Yogyakarta. Pembawaan Aghie yang kalem tapi tegas ini meluluhkan hati Ferdinand.

"Saya beruntung bisa mendapatkan istri seperti Aghie. Ia banyak menuntun saya untuk menjadi suami yang lebih baik dari hari ke hari," ungkap Ferdinand pada satu kesempatan pertemuan dengan Bola.com.

Menurut Ferdinand, ia tak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya kelak bila tak menikah dengan Aghie.

"Saya waktu itu masih begajulan. Kehidupan tak terkontrol karena memiliki banyak uang sebagai pesepak bola," terang Ferdinand yang meresmikan hubungannya dengan Aghie sebagai suami-istri pada 2011.

Seperti Zuklifki, Ferdinand juga memiliki rumah di kawasan pantai Tanjung Bunga Makassar tapi berbeda kompleks perumahan. Di rumah itu, Ferdinand menghabiskan waktunya di luar sepak bola bersama Aghie dan ketiga buah hati mereka, Fabio, Fabian dan Ferrald.

Video