2 Momen Kontroversial yang Turut Memengaruhi Kegagalan Persik di Piala Menpora 2021

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bandung - Wasit masih menjadi sorotan. Pada beberapa pertandingan penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 yang dipusatkan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, 23 Maret-7 April lalu, ada kejadian di lapangan yang dianggap merugikan salah satu tim peserta.

Pelatih Madura United Rahmad Darmawan sampai mengusulkan pertandingan sepak bola di Indonesia sudah saatnya menggunakan teknologi VAR.

Pertimbangan membantu wasit agar mengeluarkan keputusan obyektif sesuai fakta di permainan. Persik juga mengalami dua peristiwa krusial di ajang Piala Menpora yang jadi penyebab kegagalan meraih hasil maksimal.

Kejadian pertama pada partai pembuka Persik kontra Persebaya, 23 Maret 2021. Ketika itu Macan Putih unggul lebih dulu lewat gol dari titik putih yang dieksekusi Andri Ibo menit 63.

Enam menit berselang, giliran Persebaya membalas gol juga dari titik penalti yang dilesakkan Samsul Arif. Namun proses pelanggaran sebelum hukuman penalti yang jadi perdebatan. Karena dari rekaman ulang televisi, sebenarnya bola tipis melewati garis gawang.

Tapi asisten dan wasit Agus Fauzan Arifin dianggap kurang jeli melihat bola tersebut. Wasit hanya fokus pada pelanggaran yang dilakukan Andri Ibo. Gol penyeimbang inilah yang merontokkan mental bertanding anak didik Joko Susilo. Akhirnya Persik harus mengakui keunggulan Persebaya 2-1.

Pada duel pamungkas Persik melawan Persela, 7 April 2021, juga ada insiden yang seharusnya menguntungkan Macan Putih. Jika wasit Gedion. F. Dapaherang jeli dan tegas, Persik dapat hadiah penalti yang mungkin bisa mengubah skor akhir tidak imbang 2-2.

Terulang Lagi Lawan Persela

Striker Persik Kediri, Antoni Putro Nugroho (tengah) mengontrol bola dibayangi bek Persela Lamongan, Moch Zaenuri (kiri) dan Dwi Kuswanto dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (7/4/2021). Persik bermain imbang 2-2 dengan Persela. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Striker Persik Kediri, Antoni Putro Nugroho (tengah) mengontrol bola dibayangi bek Persela Lamongan, Moch Zaenuri (kiri) dan Dwi Kuswanto dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (7/4/2021). Persik bermain imbang 2-2 dengan Persela. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Insiden yang dimaksud di atas terjadi saat injury time menit ke-94. Penggawa Persik Hariyanto Panto tampak jelas dijepit dan dijatuhkan dua pemain Persela. Namun wasit tak menunjuk titik penalti sebagai hukuman pelanggaran tersebut.

"Pada laga tadi, seharusnya Persik Kediri mendapatkan tendangan penalti untuk kali kedua. Tadi Harianto Panto dijatuhkan keras di kotak penalti oleh pemain belakang Persela Lamongan," ujar Joko Susilo, usai laga, Rabu (7/4/2021) lalu.

Joko Susilo sebenarnya menunggu keputusan wasit untuk menunjuk titik putih. Karena timnya butuh kemenangan atas Persela Lamongan pada ajang Piala Menpora 2021 untuk memenangkan pertandingan dan lolos ke babak selanjutnya.

Akhirnya, Joko Susilo tak mau ambil pusing dan terlalu berlarut-larut terkait kinerja wasit dalam memimpin pertandingan sore itu. "Apapun itu, sudah diputuskan wasit. Tapi saya rasa pemberian apresiasi terhadap pemain jauh lebih penting. Karena mereka telah berjuang keras," katanya.

Kapten Tim Persik Kediri, Andri Ibo juga menyesalkan keputusan wasit. "Dalam laga ini, saya sebagai kapten menilai itu sah penalti. Akan tetapi, apapun keputusannya itu kita kembalikan lagi kepada wasit," ucapnya.

Saksikan Video Pilihan Kami: