2 Orang Diduga Tokoh Khilafatul Muslimin Ditangkap di Bekasi dan Medan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali menangkap dua tersangka yang diduga sebagai tokoh organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin. Keduanya ditangkap di Kota Medan dan Kota Bekasi, pada Sabtu (11/6) malam.

"Keduanya disinyalir sebagai petinggi ormas Khilafatul Muslimin yang berperan sentral dalam pergerakan dan penyebaran ideologi organisasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan saat dikonfirmasi, Minggu (12/6).

Kepolisian telah meringkus dan menetapkan sebanyak lima orang tersangka dalam kasus ormas Khilafatul Muslimin. Salah satunya adalah pendiri ormas tersebut yakni, Abdul Qadir Hasan Baraja.

Kemudian AA, IN, FA dan SU, yang merupakan tokoh sentral ormas Khilafatul Muslimin.

"Total sudah lima orang tersangka yang ditangkap dan ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya," sebut Zulpan.

Mereka dipersangkakan dengan Pasal 59 Ayat 4 Huruf C Jo Pasal 82A Ayat 2 UU Ri Nomor 16 Tahun 2017 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-Undang dan atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sepak Terjang PimpinanKhilafatul Muslimin

Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI masih menyelidiki kelompok Khilafatul Muslimin. Direktur BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid mengatakan, Khilafatul Muslimin yang dipimpin oleh Abdul Qodir Hasan Baraja telah berdiri sejak tahun 1997 silam.

"Disiarkan tahun 1997 oleh Abdul Qadir Hasan Baraja itu di Lampung," kata Nurwakhid saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (4/6).

Menurut Nurwakhid, Abdul Qadir Baraja tak hanya mendirikan Khilafatul Muslimin. Dia juga ikut mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) di Lampung pada tahun 1970.

"Termasuk yang bersangkutan pernah di tahun 1970, mendirikan Darul Islam di Lampung juga. Darul Islam itu ya NII itu. Darul Islam itu kan Negara Islam Indonesia. Bahasa arabnya Darul Islam, itu Baraja pernah mendirikan itu juga," jelasnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel