2 Orang Pendaki Tewas di Gunung Everest

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kathmandu - Dua pendaki gunung dari Swiss dan Amerika Serikat menjadi korban pertama musim pendakian di Gunung Everest tahun ini.

Menurut perusahaan penyelenggara ekspedisi yang berbasis di Nepal, Seven Summit Treks, Abdul Waraich, warga negara Swiss berusia 41 tahun, berhasil mencapai puncak gunung pada ketinggian 8.948 meter.

Tetapi mulai menghadapi masalah ketika turun Gunung Everest, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (14/5/2021).

Pejabat perusahaan itu Chhang Dawa mengatakan dua sherpa lainnya dikirim untuk menemui Waraich dengan membawa oksigen dan makanan, tetapi ia meninggal dunia pada hari Rabu (12/5).

Pendaki Amerika, Puwei Liu yang berusia 55 tahun, baru berhasil mencapai Hillary Step, kamp tertinggi sebelum puncak gunung, sebelum ia menuruni Gunung Everest di wilayah Nepal dengan mengalami kelelahan dan buta salju.

Meninggal dalam Perjalanan Turun

Pada 22 Februari 2016, pendaki melewati gletser di base camp Mount Everest, Nepal. (AP Photo/Tashi Sherpa)
Pada 22 Februari 2016, pendaki melewati gletser di base camp Mount Everest, Nepal. (AP Photo/Tashi Sherpa)

Menurut perusahaan itu, Liu meninggal dalam perjalanan turun gunung itu.

Setelah menutup seluruh ekspedisi tahun lalu karena pandemi virus corona, Nepal telah mengeluarkan izin dalam jumlah yang merupakan rekor.

Hal ini dilakukan dalam upaya meraih kembali pendapatan dari sektor pariwisata selama musim pendakian yang populer pada April hingga Mei, sewaktu cuaca lebih ramah untuk melakukan pendakian.

Saksikan Video Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel