2 patung penjelajah Inggris James Cook di Sydney dirusak

SYDNEY (AP) - Seorang pemimpin pemerintah negara bagian Australia mengatakan pada Senin bahwa ia mempertimbangkan undang-undang yang lebih keras untuk melindungi monumen-monumen setelah dua patung penjelajah Inggris, James Cook dirusak di Sydney.

Dua wanita didakwa merusak patung dengan cat semprot di pusat kota Hyde Park pada Sabtu malam. Patung lain ditemukan dengan semprotan cat di pinggiran timur Randwick pada Minggu pagi dalam serangan yang tidak terkait, kata polisi.

Kota-kota di seluruh dunia mengambil langkah-langkah untuk menghapus patung-patung yang mewakili penindasan budaya atau ras.

Perdana Menteri New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan dia akan mempertimbangkan pengetatan hukum untuk mencegah vandalisme di masa depan.

“Saya berharap ini tidak terjadi dan saya ingin menekankan bahwa hanya sebagian kecil dari populasi yang terlibat dalam kegiatan ini, sebagian besar dari kita tidak bisa memakluminya, kami pikir itu tidak sopan, itu bukan watak warga Australia, "katanya kepada wartawan.

Perdana Menteri Scott Morrison pekan lalu meminta maaf atas kata-kata yang ia gunakan minggu lalu untuk menolak seruan agar distrik pemilihannya di Cook di Sydney diganti namanya.

Cook mendarat di distrik tersebut pada tahun 1770 di tempat yang kemudian menjadi situs koloni Inggris pertama di Australia.

Morrison meminta maaf karena mengatakan Australia telah dijajah tanpa perbudakan setelah para kritikus menunjukkan bahwa puluhan ribu penduduk kepulauan Pasifik Selatan telah dipaksa untuk bekerja di perkebunan tebu Australia pada abad ke-19 dan masyarakat asli Australia telah dipaksa untuk bekerja dengan upah yang tidak pernah dibayar.

Seorang karyawan paruh waktu dari partai kecil Greens, Xiaoran Shi, 28, dan orang yang diduga kaki tangannya Charmaine Morrison-Mills, 27, dibebaskan dengan jaminan dari pengadilan Sydney pada hari Minggu atas tuduhan merusak properti dan memiliki alat grafiti di atas patung di Hyde Park.

Anggota parlemen negara bagian dari partai Green, David Shoebridge, dimana siapa Shi bekerja, mengatakan dia memahami tuduhan itu.

"Mereka tidak terlibat dalam pekerjaan pada saat kejadian yang terjadi di luar jam kerja," kata Shoebridge dalam sebuah pernyataan.