2 Pekerja Tewas dalam Kapal China Express di Perairan Balikpapan, Diduga Keracunan

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua pekerja PT Kutai Refenery Nusantara (KRN), Fajar (23) dan Andriansyah (32), ditemukan meninggal dunia dalam palka kapal China Express yang tengah berada di perairan sekitar Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (27/4) dini hari. Keduanya diduga mengalami keracunan gas.

Tim Basarnas dan unsur SAR gabungan tiba di lokasi perairan kejadian sekitar pukul 00.20 Wita dan bergegas melakukan operasi SAR di atas kapal itu.

Sekitar pukul 01.24 Wita, tim SAR lebih dulu menemukan dan mengevakuasi Fajar. Berikutnya berselang 10 menit kemudian, mereka mengevakuasi Andriansyah.

"Kedua korban kondisi meninggal dunia," kata Kepala Basarnas Balikpapan Melkianus Kotta.

Terjebak dalam Palka

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan Basri menerangkan, kedua korban sebelumnya dilaporkan terjebak dalam palka, Selasa (26/4) malam sekitar pukul 22.50 Wita. SAR gabungan ke perairan kejadian sekitar pukul 23.10 Wita.

"Dua pekerja dari PT KRN itu masuk ke dalam palka untuk mengambil pipa karena mau melakukan airasi. Tapi mereka tidak kunjung naik," kata Basri.

Dugaan sementara kedua korban pingsan akibat menghirup gas beracun di dalam palka. "Diduga mengalami pingsan karena adanya gas beracun di dalam palka itu," terang Basri.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR ditutup sekitar pukul 02.00 Wita. Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi SAR selain rescuer Basarnas Balikpapan, juga Brimob Polda Kaltim, juga Polsek Balikpapan Barat, BPBD Balikpapan, Banda Indonesia serta karyawan PT KRN. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel