2 Pemain yang Moncer Bersama Timnas Indonesia di SEA Games dan Berstatus Pemain Arema: Yuk Kenali Siapa Mereka

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-23 akan berjuang di SEA Games 2021 yang digelar di Vietnam pertengahan Mei mendatang. Saat ini tim besutan Shin Tae-yong ini melakukan persiapan serius. Mereka menggelar pemusatan latihan di Korea Selatan.

Pengurus klub Liga 1 ikut berharap Timnas Indonesia bisa meraih medali emas di ajang dua tahunan tersebut. Arema FC misalnya. Kali ini, mereka hanya menyumbangkan satu pemain. Yakni Hanis Saghara yang baru dikontrak awal bulan ini.

Manajer Arema, Ali Rifki berpesan agar Hanis bisa mengharumkan nama bangsa di kancah Asia Tenggara. Jika melihat kontribusi Arema untuk Timnas Indonesia di kancah SEA Games belakangan memang tidak terlalu banyak.

Justru tim berjuluk Singo Edan banyak menyumbangkan pemain di Timnas Indonesia senior. Tapi pada 2011 dan 2013 silam, Arema sempat mengirimkan beberapa pemain di SEA Games. Seperti Kurnia Meiga, Dedi Kusnandar, Egi Melgiansyah dan Dendi Santoso.

Dalam dua edisi itu medali perak berhasil disumbangkan. Setelah itu, tahun 2015, ada winger lincah Ahmad Nufiandani. Tapi Indonesia hanya bisa meraih posisi keempat dan pulang tanpa medali.

Hanya saja tidak semua pemain Arema moncer bersama Timnas Indonesia U-23. Di edisi 2013 misalnya, Egi Melgiansyah, Dedi Kusnandar dan Dendi Santoso tidak selalu jadi pilihan utama.

Mereka sering dirotasi oleh Rahmad Darmawan yang jadi pelatih kepala waktu itu. Sebab, materi pemain Timnas Indonesia U-23 ketika itu dibilang merata di sektor tengah dan sayap.

Dalam kurun 10 tahun terakhir, Bola.com memilih dua pemain Arema yang punya kontribusi besar untuk Timnas Indonesia U-23. Berikut dua pemain itu.

Kurnia Meiga Hermansyah (2011 dan 2013)

Kurnia Meiga, Timnas Indonesia. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
Kurnia Meiga, Timnas Indonesia. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Kiper yang satu ini sudah menjelma jadi pemain penting Arema dan Timnas Indonesia U-23. Karena di tahun sebelumnya, Meiga jadi pemain terbaik ISL 2010 dan mengantarkan Arema jadi juara.

Bersama Timnas Indonesia U-23, Meiga jadi pilihan utama. Dia bisa memperlihatkan performa apiknya untuk negara. Sehingga Indonesia berhasil meraih medali perak di tahun 2011 (tuan rumah) dan 2013 (Myanmar).

Yang paling diingat, Meiga berperan besar di tahun 2013. Tepatnya di babak semifinal. Waktu itu Indonesia harus berjuang hingga adu penalti lawan Malaysia. Meiga berhasil menepis dua penalti pemain Malaysia. Sehingga Indonesia sukses melaju ke final. Sayang, di partai puncak, Indonesia menyerah 0-1 dari Thailand.

Dalam dua kali SEA Games, posisi Meiga jadi kiper utama Timnas Indonesia U-23. Sedangkan pelapisnya adalah teman masa kecilnya, Andritany Ardhiyasa.

Dua kiper ini secara kualitas tak beda jauh. Hanya saja Meiga punya postur lebih bagus. Selain itu, kiper asal Jakarta ini kemampuannya makin berkembang karena selalu jadi pilihan utama di klub, Arema.

Ahmad Nufiandani (2015)

Ahmad Nufiandani saat memperkuat Arema FC pada 2015. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Ahmad Nufiandani saat memperkuat Arema FC pada 2015. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pada SEA Games 2015, nama Ahmad Nufiandani bisa dibilang masih pendatang baru. Kala itu, dia baru direkrut Arema dari di kasta kedua, PSIS Semarang.

Tapi pemain ini punya kepercayaan diri dan mental tanding luar bisa. Dia seperti tak punya rasa canggung saat berada di lapangan. Ketika dipanggil ke Timnas Indonesia U-23, dia juga tak banyak disorot.

Karena Indonesia diperkuat banyak generasi emas Timnas U-19. Seperti Evan Dimas, Muchlis Hadi Ning. Zulfiandi dll. Namun Dani, sapaan akrabnya bisa menembus skuat utama. Dia dipercaya pelatih waktu itu, Aji Santoso sebagai pilihan utama di sayap kanan.

Ketika pemain lain masih adaptasi dengan rumput sintetis, Dani bisa memperlihatkan kecepatan, skill individu dan kengototannya di lapangan.

Sayang, di semifinal Indonesia bertemu tim kuat, Thailand. Indonesia kalah telak 0-5. Di laga itu, Dani jadi sorotan. Dia pemain paling ngotot saat berduel dengan pemain Thailand.

Beberapa kali dia melakukan pelanggaran keras dan terekam kamera. Sehingga media Thailand menyebutnya dengan pemain paling tidak fair.

Saat perebutan medali perunggu, Indonesia juga kalah telak 0-5 dari Vietnam. Terlepas dari hal itu, Dani sudah tampil luar biasa. Dia juga mencetak 2 gol sepanjang gelaran SEA Games 2015 Singapura.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel