2 Penyakit Rentan Incar Lansia, Ini Pencegahannya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Saat ini, Indonesia mulai memasuki periode aging population, dimana terjadi peningkatan struktur penduduk lansia.

Tak heran, beberapa penyakit kronis pun kerap mengintai sehingga perlu pencegahan sejak dini.

Kelompok umur yang berusia 60 tahun ke atas (senior atau lansia) diperkirakan meningkat dari 10% pada tahun 2020 menjadi 18% dari total penduduk pada tahun 2040. Sedangkan, penduduk pre-senior atau pra-lansia (45-60 tahun) juga diprediksi akan meningkat dari 10% pada tahun 2020 menjadi 17% pada tahun 2040.

Transisi demografi tersebut juga diiringi dengan peningkatan risiko penyakit degeneratif yang akan menjadi tantangan bagi lansia maupun caretakernya.

Peningkatan populasi usia senior ini patut menjadi perhatian tenaga kesehatan, mengingat pertambahan usia berkaitan dengan morbiditas dan penyakit pada lansia.

Namun, berdasarkan hasil Healthy Aging Study yang dilakukan pada 2020, ditemukan bahwa pemahaman dan pengetahuan dokter umum terhadap konsep healthy aging masih belum optimal.

Padahal, dokter umum di Indonesia seharusnya bisa menjadi garda terdepan yang bisa mengedukasi tentang healthy aging kepada masyarakat.

“Seiring bertambahnya usia, kita mengalami berbagai perubahan fisiologis maupun kebutuhan nutrisi yang harus dipersiapkan agar tidak terjadi masalah kesehatan di masa tua nanti. Untuk menghadapi tantangan tersebut, saat ini healthy aging tidak saja menjadi salah satu research challenges IMERI FKUI, tetapi juga menjadi salah satu prioritas fokus penelitian Universitas Indonesia dan menjadi perhatian dari pemerintah," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB., FINASIM., FACP., dalam acara virtual Peluncuran Healthy Ageing Module, Rabu 28 Juli 2021.

Diakui dokter spesialis penyakit dalam, dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, Sp.PD., penyakit pada lansia yang paling umum dialami tercatat sebanyak 37 persen pada area sendi. Dokter Anastasia menjelaskan bahwa penyakit degeneratif sendi memang meningkat seiring bertambahnya usia.

"Riskesdas 2018 mengenai penyakit kronik paling sering 37 persen penyakit degeneratif sendi. Disusul hipertensi 13 persen. Lanjut, penyakit paru, stroke dan jantung, serta diabetes. Itu penyakit paling sering pada lansia di Indonesia," tuturnya.

Untuk mencegah penyakit kronis, dokter Anastasia menganjurkan agar di usia pra lansia yakni 45-59 tahun, sudah mulai mewaspadai penurunan pada fungsi tubuh.

Di usia ini pula, kelompok pra lansia harus memperhatikan gaya hidup dan pola makannya serta melakukan pemeriksaan umum secara rutin.

"Pertama pola makan, bagaimana gizi dan makanan yang harus diasup lansia yaitu gizi seimbang. Aktif secara fisik tiap hari dengan olahraga. Paling penting kontrol penyakit kronik yang sudah ada. Jangan lupa jaga kesehatan mental dan jiwa untuk menciptakan healthy ageing," kata dia.

Bicara mengenai olahraga, Spesialis kedokteran olahraga, Dr. dr. Nani Cahyani Sp.KO, menyebut bahwa kebiasaan berolahraga sebaiknya dijalani sejak usia muda. Kemudian, kebiasaan itu diteruskan di usia lanjut, dan disesuaikan kemampuan.

"Kalau biasanya sambil jalan dan sudah tidak kuat, modifikasi sambil duduk olahraganya. Rekomendasi dari WHO tetap 150 menit per minggu yang sifatnya aerobik dan latihan penguatan keseimbangan,” ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel