2 Penyebab Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Pekanbaru Masih Rendah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Menjadi daerah pertama di Riau yang menggelar vaksin Covid-19, persentase realisasi vaksinasi Kota Pekanbaru masih rendah. Hingga 28 Januari 2021, tenaga kesehatan ataupun tokoh publik penerima vaksin di ibu kota Provinsi Riau ini masih di bawah 30 persen.

Jumlah itu kalah dengan dua kabupaten lain, Kampar dan Pelalawan, yang menyuntikan vaksin Covid-19 setelah Pekanbaru. Salah satu kendala adalah pendataan dan distribusi.

Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi mengatakan, keterlambatan itu karena rumah sakit di Pekanbaru sangat banyak. Begitu juga dengan jumlah tenaga kesehatan yang ada.

"Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad, itu ada 2 ribu tenaga kesehatan, kemudian Rumah Sakit Awal Bross itu 1 juta, begitu juga yang lain," kata Indra usai menerima dosis vaksin Covid-19 kedua, Kamis siang, 28 Januari 2021.

Menurut Indra, banyaknya tenaga kesehatan membutuhkan waktu untuk penilaian. Mulai dari screening hingga dinyatakan layak untuk disuntik vaksin sinovac itu.

Indra yakin persentase di Pekanbaru bakal terus naik karena vaksinasi terus dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Menjelang Februari berakhir, sejumlah kabupaten dan kota diharap memenuhi target vaksinasi.

"Pekanbaru harus digenjot lagi," kata dokter spesialis paru di RSUD Arifin Ahmad ini.

Sisa Vaksin

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir menyebut sudah ada 4.632 tenaga kesehatan di Bumi Lancang Kuning menerima vaksin Covid-19. Jumlah itu tidak berbanding lurus dengan 67.480 dosis vaksin yang diterima dari pemerintah pusat.

Menurut Mimi, distribusi masih dilakukan ke sejumlah daerah. Kemudian, daerah yang menerima vaksin baru melakukan vaksinasi tahap pertama pada awal Februari nanti.

"Sebagian besar daerah, seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Dumai vaksinasinya 1 Februari," kata Mimi.

Mimi menyebut stok vaksin Covid-19 di fasilitas penyimpanan milik Pemerintah Riau tinggal beberapa saja. Jumlah tersisa ini bakal didistribusikan ke kabupaten yang menerima.

"Rencananya untuk Kabupaten Kuantan Singingi," kata Mimi.

Simak video pilihan berikut ini: