2 Perusahan Farmasi Ditemukan Gunakan Etilen Berlebih, Polisi Langsung Gelar Perkara

Merdeka.com - Merdeka.com - Bareskrim Polri segera melakukan gelar perkara terhadap dua perusahaan farmasi didapati menggunakan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas. Dua perusahaan tersebut adalah PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical.

Dua perusahaan ini mengedarkan obat yang menggunakan bahan baku Propilen Glikol tercemar Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas.

"Tentunya apa yang sudah kita lakukan akan kita secepatnya lakukan gelar perkara bersama-sama segera ditingkatkan," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto saat konferensi pers daring, Senin (31/10).

Pipit menjelaskan, bila ada kesalahan produksi maka korporasi yang harus bertanggungjawab. Namun, apabila ada tindakan perorangan, maka individu tersebut yang harus bertanggung jawab.

"Apabila ada yang lain-lain ternyata ada yang perlu bertanggung jawab ya ini kita juga harus semuanya ikut bertanggung jawab. Kita akan telusuri bersama, nanti akan kita informasikan berikutnya," tegas Pipit.

Polri tidak hanya menelusuri soal unsur kesengajaan dan kelalaian dalam produksi obat. Akan dikembangkan kepada masalah distribusi bahan baku. Dua perusahaan farmasi tersebut melakukan perubahan bahan baku.

"Nanti kita akan kembangkan bersama bahkan mungkin apakah di situ sudah ada izin edar, kita akan melihat, kita akan mendalami, prapoduksi pelaksanaan produksi, sehingga terjadilah setelah hasilnya dikonsumsi dan dugaannya adalah ternya ada yang melebihi ambang batas," jelas Pipit. [rhm]