2 Pimpinan Geng Motor Pembacok Polisi Diciduk, Satu Lulusan Pesantren

Dusep Malik, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVAPolisi telah menangkap dua pimpinan geng motor yang membacok Aiptu Dwi Handoko, anggota Polsek Metro Menteng. Salah satunya diketahui memiliki latar belakang pendidikan agama.

Kapolsek Menteng AKBP Iver Son Manossoh mengatakan, pelaku pembacokan itu adalah RD (22 tahun) dan LO (21 tahun). Keduanya beralamat di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

"(Dua pelaku ini) pimpinan geng motor tersebut. Bukan anggota. RD berperan sebagai penggerak dan posisinya paling depan sembari bawa celurit ukuran besar," kata Iver saat dikonfirmasi, Jumat 5 Maret 2021.

Iver menjelaskan, RD sehari-harinya hanya kerja serabutan. Dulunya, RD sempat mengenyam pendidikan di sekolah agama. "Dulu saat masih remaja dia lulusan pesantren, kira-kira 7 tahun yang lalu. Sekarang dia berumur 22 tahun," kata Iver.

Sedangkan, LO sehari-harinya bekerja sebagai petugas keamanan dengan status pekerja lepas di sebuah perusahaan kargo. "Si LO ini sekarang sudah mulai tidak aktif sebagai sekuriti. Dia sudah malas-malasan karena gabung dengan kelompok ini. Mungkin sudah terpengaruh kali ya," ujar Iver.

Entah apa yang membuat RD dan LO akhirnya menjadi pimpinan geng motor yang dinamakan ENJOY MBR 86 itu. Geng motor ini kerap bertindak brutal di jalanan Ibu Kota. Berbekal senjata tajam seperti celurit, mereka kerap bentrok dengan kelompok lain atau warga.

Sebelum bentrok, mereka biasanya berkumpul di markasnya di sebuah gudang tua di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. "Di sana mereka minum minuman keras. Mereka konsumsi itu sehingga sebelum melakukan aksi mereka menjadi bertambah berani," kata Iver.

Ketika melukai Aiptu Dwi, kata Iver, anggota geng motor ini juga dalam kondisi mabuk. Ketika itu mereka datang sebanyak 35 hingga 40 orang sembari membawa senjata tajam. Polisi kini juga mulai memburu para anggota geng tersebut.

Sebelumnya, Aiptu Dwi Handoko, anggota Polsek Menteng, dibacok oleh gerombolan geng motor di Jalan Proklamasi, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Februari 2021, sekitar pukul 04.30 WIB. Geng motor yang datang dengan 25 sepeda motor itu diketahui sempat menyerang warga di lokasi kejadian.

Adapun Aiptu Dwi dibacok setelah berupaya menghentikan serangan geng motor itu kepada warga. Tepatnya ketika dia merebut celurit yang dibawa pelaku. Akibatnya kelingking pada tangan kiri Aiptu Dwi mendapat luka bacokan.

Tiga hari usai kejadian, tepatnya Rabu kemarin, 3 Maret 2021, aparat Polsek Metro Menteng berhasil menangkap pria berinisial RA dan LO. Kedua orang yang merupakan pimpinan geng motor tersebut beralamat di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kedua pelaku ini telah ditetapkan sebagai tersanka dan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 1951 tentang senjata tajam juncto Pasal 170 KUHP. Ancamannya maksimal 10 tahun penjara.