2 Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan di Merauke, Danlanud: Kami Minta Maaf

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jayapura - Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto meminta maaf atas kejadian penganiayaan yang dilakukan dua anggotanya, Serda DH dan Prada YH. Diketahui, keduanya memelintir tangan dan menginjak kepala St, seorang tuna wicara di Merauke.

Dalam keterangan persnya, Danlanud Merauke menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi pada Senin (25/7/2021) di Jalan Raya Mandala, sekitar pukul 10.00 WIT, tepatnya di depan warung penjual bubur ayam. Saat itu, kedua anggota POM Lanud Merauke melihat keramaian di lokasi kejadian.

Kedua anggota Lanud Merauke yang kebetulan sedang berboncengan motor saat melintas di lokasi kejadian, langsung mengamankan St, pelaku yang diduga meminta uang ke pedagang kaki lima.

"Dalam pelaksanaannya, saya menyesal kedua anggota berbuat berlebihan. Kami mohon maaf sedalam-dalamnya," jelasnya dalam keterangan pers, Selasa malam (27/7/2021).

Ia juga memastikan kedua anggotanya akan menjalani proses hukum yang berlaku. Saat ini, keduanya dalam proses penyidikan. Danlanud Merauke memastikan pihaknya bertanggung jawab jika korban, St mengalami cedera, luka, atau kerugian lainnya akan diobati, dirawat hingga tuntas.

"Kami akan bertanggung jawab kepada korban, Saudara St atas kejadian ini. Hal ini akan menjadi evaluasi dalam pembinaan kepada anggota. Kami telah menyelesaikan masalah ini dengan pihak keluarga dan yang bersangkutan," dia menjelaskan.

Jaga Keamanan

Keterangan pers kasus kekerasan oleh 2 oknum TNI AU di Merauke. (Dok: istimewa)
Keterangan pers kasus kekerasan oleh 2 oknum TNI AU di Merauke. (Dok: istimewa)

Wakil Bupati Merauke, H Riduwan berharap kejadian serupa tak terulang. Ia minta masyarakat Merauke tetap menjaga keamanan dan kedamaian.

"Kami sudah berkoordinasi dengan tokoh adat, agama, dan masyarakat, bahwa kejadian ini sudah ditangani oleh Lanud Merauke dan diambil tindakan hukum kepada dua anggotanya," jelasnya.

Ia minta semua pihak mengendalikan diri dan menjaga Merauke tetap menjadi zona damai. "Mari kita sebarkan cinta kasih dan kekeluargaan, tetap menjaga kebersamaan. Persoalan ini sudah diselesaikan dengan bijak. Semua kerugian korban dalam masalah ini akan ditanggung. Mudah-mudahan semua mengerti, untuk menjaga kepentingan bersama," jelasnya.

Riduwan berharap keamanan di Merauke tetap kondusif, terutama jelang PON XX Papua, di mana Merauke juga menggelar beberapa cabang olahraga. Pemkab Merauke minta semua pihak meredam kejadian ini, jangan menjadikan bertambah besar. Mari semua sejukan keadaan.

Selain PON, Merauke juga dihadapkan dengan angka Covid-19 yang terus meningkat dengan masuknya varian Delta di Merauke. "Kita harus menjaga kebersamaan dan keamanan, agar tak ada pihak yang memanfaatkan situasi ini," dia menandaskan.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel