2 Prajurit TNI Dianiaya Preman, Satu Meninggal Diparang

Bayu Adi Wicaksono

VIVA – Aksi premanisme masih saja menghantui masyarakat Indonesia. Bahkan, korbannya tak cuma masyarakat biasa, tapi juga prajurit Tentara Nasional Indonesia.

Selama satu pekan kemarin, ada dua prajurit TNI yang menjadi korban tindak premanisme di dua wilayah Indonesia. Salah satunya meninggal dunia.

Prajurit TNI yang meninggal bernama Serda Baso Hadang. Almarhum merupakan Babinsa Desa Palabusa Koramil 1413-16/Sorawolio Kodim 1413/Buton.

Serda Baso meninggal dunia setelah dianiaya dan ditusuk preman bernama I Komang Yastika alias Komang Iyas alias Pekel pada Kamis 14 Mei 2020.

Serda Baso ditusuk dan diparangi oleh pelaku saat melerai keributan antara pelaku dengan warga Kelurahan Ngkaring-karing, Kecamatan Bungi, Kota Baubau. Komang Iyas kini telah ditetapkan DPO Polres Baubau dan dalam perburuan.

VIVA Militer: Pembunuh prajurit TNI.

Dua sebelumnya Rabu 12 Mei 2020, prajurit TNI AL Praka Ahmad Fauzi yang bertugas di Koarmada 2 Satran menjadi korban ditindak kekerasan sejumlah preman jalanan.

Praka Ahmad Fauzi dipukuli di tengah jalan di ruas jalan yang menghubungkan Situbondo dan Surabya tepatnya di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Probolinggo, Jawa Timur.

Kronologinya, awalnya Praka Ahmad sedang mengendarai sepeda motor, lalu tepat di lokasi pelaku yang juga mengendai sepeda motor keluar dari gang dengan mendadak ke jalan raya, kondisi kontan membuat Praka Ahmad menyalakan klakson untuk menghindari benturan.

Namun, dalam kondisi mabuk dua preman di motor itu marah dan nekat menyerang Praka Ahmad. Mereka memukul membabi buta. Bahkan banyak teman-teman pelaku ikut memukuli Praka Ahmad.

Tindak kekerasan itu baru bisa diredam setelah warga dan seorang prajurit TNI yang melintas di lokasi berhasil mengusir para preman. Tak lama berselang Praka Ahmad melaporkan tindak kekerasan itu ke polisi dan dua preman bernama Usman dan Abdul Halim diringkus dan diamankan di Polsek Gending.